1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Durian Seed Procurement

Seedling durian is the Agricultural Development activities on dry land attached to the Field Crop Production Horticulture. Durian is one of the leading fruit commodities are potentially in Pasuruan. To support the development of central region durian.

Read More »

Irrigation Farming Level

This activity is an activity of the field of infrastructures Food Crop Agriculture that aims to (1) Anticipating the shortage of water especially in dry season ...


This activity is an activity of the field of infrastructures Food Crop Agriculture that aims to (1) Anticipating the shortage of water especially in dry season, (2) streamline the provision of irrigation water the farm level and (3) Increase production and productivity of food crops and horticulture.
With the activities of the Development / Rehabilitation of Farm-level irrigation networks is expected to contribute positively to the increase in cropping index.

 

Read More »

Mango Seed Procurement Gadung Clones 21

Mango is one of the leading fruit growing commodity in the Regency of Pasuruan. The development of the mango crop area there are several districts such as Apex, Nguling and Sukorejo.

Read More »

National Sustainability Competition

End of 2010 in Pasuruan Regency earned Tk. Agribusiness National Ornamental and Fruit Crops. This is an achievement in agriculture that must be continuously improved and can motivate others to excel Gapoktan

Read More »

Procurement of Certified Seed Potatoes

SL Activities - GAP potatoes that have been implemented in Sub Tosari a positive impact on farmers. In addition to the understanding of how aquaculture is increasing, they also understand the importance of using certified seed potatoes. With the use of certified seed to help farmers to produce high quality potato products. Also ...


SL Activities - GAP potatoes that have been implemented in Sub Tosari a positive impact on farmers. In addition to the understanding of how aquaculture is increasing, they also understand the importance of using certified seed potatoes. With the use of certified seed to help farmers to produce high quality potato products. In addition, the implementation of activities supported by SL - GAP so that the product has a SOP (Standard Operating Procedure), where consumers now prefer the safety and product quality. For the procurement of certified seed potatoes, the Center Potato Seed and Nursery (P3K) in Sub Tosari able to produce high quality potato seed.

 

Read More »

  • Durian Seed Procurement

    Durian Seed Procurement

  • Irrigation Farming Level

    Irrigation Farming Level

  • Mango Seed Procurement Gadung Clones 21

    Mango Seed Procurement Gadung Clones

  • National Sustainability Competition

    National Sustainability Competition

  • Procurement of Certified Seed Potatoes

    Procurement of Certified Seed Potatoe

Previous
Next

IKU PERTANIAN

Written by Administrator Thursday, 13 October 2016

There are no translations available.

INDIKATOR KINERJA UTAMA


INSTANSI

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan

VISI

Terwujudnya pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani

MISI

  • Mendorong peningkatan produksi, produktivitas komoditi pertanian
  • Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam pertanian yang optimal, berkelanjutan dan ramah lingkungan

    Read Article »


Information

  • Banner

Distan Polling

Seberapa sering anda internetan?

 

 

 

 

 

  Results

Who's Online

We have 3 guests online

Latest News

LKjIP2016

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2016

BAB  I.  PENDAHULUAN



A.Latar Belakang


Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP), sebagaimana dimaksud dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 1999 dibangun dan dikembangkan dalam rangka perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah, berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai. Dalam hal ini, setiap instansi pemerintah secara periodik wajib mengkomunikasikan pencapaian tujuan dan sasaran strategis organisasi kepada para stakeholders, yang dituangkan melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Setelah berlangsung beberapa tahun, Inpres Nomor 7 Tahun 1999 dipandang masih belum optimal dalam mencapai Good Governance. Inpres Nomor 7 Tahun 1999 baru mampu menggerakkan birokrasi untuk melaksanakan akuntabilitas dan Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN dalam tataran wacana. Untuk menyempurnakan hal tersebut, maka pemerintah menerbitkan Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Implementasi Intruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 mengamanatkan agar setiap penyelenggara pemerintah mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik yang diterapkan dalam bentuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah memiliki dua fungsi utama.  Pertama merupakan media bagi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholders.  Kedua, merupakan sumber informasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan sebagai bahan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.  Adanya dua fungsi utama ini memperjelas bahwa informasi yang tertuang dalam LKjIP 2016 harus dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna eksternal dan internal.

Hal ini berarti bahwa Dinas Pertanian Tanaman Pangan memposisikan diri sebagai fasilitator pembangunan pertanian sesuai visinya, sekaligus selaras dengan upaya mewujudkan pembangunan yang akuntabel dan transparan.


B.Maksud dan Tujuan

Tujuan penyusunan dan penyampaian LKjIP adalah sebagai berikut :
1.Pertanggungjawaban dari unit yang lebih rendah ke unit yang lebih tinggi, atau pertanggungjawaban dari bawahan kepada atasan.
2.Pengambilan keputusan dan pelaksanaan perubahan ke arah perbaikan, dalam mencapai penghematan, efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan misi instansi.
3.Perbaikan dalam perencanaan, khususnya perencanaan jangka menengah dan jangka pendek

Adapun maksud penyusunan LKjIP adalah untuk mengkomunikasikan capaian kinerja dalam satu tahun anggaran yang dikaitkan dengan proses pencapaan tujuan dan sasaran dalam rangka mewujudkan visi dan misi yang ingin dicapai.

C.Gambaran Umum SKPD

Sebagai bagian yang integral dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan akan sepenuhnya mendukung Kepala Daerah dalam menjalankan peran strategisnya di bidang Pertanian Tanaman Pangan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan mempunyai tugas membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintah di Bidang Pertanian Tanaman Pangan.
Berdasarkan perda no. 12 tahun 2008 dan Keputusan Bupati no. 50 tahun 2008 kedudukan dan fungsi organisasi dan tata laksana Dinas Pertanian Tanaman Pangan adalah sebagai berikut :
1.Dinas Pertanian Tanaman Pangan dipimpin oleh seorang Kepala yang dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
2.Dinas Pertanian Tanaman Pangan mempunyai tugas membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang pertanian tanaman pangan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Untuk menyelenggarakan tugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan berfungsi :
a.Pelaksanaan pembinaan kewenangan di bidang pertanian tanaman pangan yang ditetapkan oleh Bupati
b.Penyusunan rencana pembangunan, pengawasan dan pengendalian di bidang pertanian tanaman pangan daerah.
c.Penyusunan standart pelayanan minimal dalam bidang pertanian tanaman pangan yang menjadi kewenangan daerah.
d.Penyusunan standar pembibitan/pembenihan yang menjadi kewenangan daerah
e.Penyelenggaraan, pembinaan, pengawasan dan pembinaan usaha tani
f.Penyelenggaraan pembinaan kebijakan di bidang pertanian Tanaman Pangan yang ditetapkan oleh Bupati
g.Penyelenggaraan usaha pengelolaan di bidang pertanian Tanaman Pangan
h.Pelaksanaan pengkajian penerapan teknologi yang meliputi teknologi pertanian  Tanaman Pangan di tingkat usaha tani
i.Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, peralatan dan perlengkapan dinas.
j.Pengelolaan Unit Pelayanan Teknis dinas
k.Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati

C.Struktur Organisasi
Bagan Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan sesuai dengan Peraturan Bupati Pasuruan no. 50 tahun 2008 tanggal 24 Desember 2008 adalah sebagai berikut :











D.Landasan Hukum

Dasar hukum penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tahun 2016 adalah :
1.Undang-undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4437).
2.Undang-undang Nomor : 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
3.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor: 2002, Tambahan lembaran Negara Nomor: 40220).
4.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000   Nomor : 209,  Tambahan Lembaran Negara Nomor : 4072).
5.Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
6.Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/ IX/ 6/ 8/ 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

E. Sistematika  Penyusunan

Sistematika LKjIP Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan ini disusun dengan mengacu kepada sistematika penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dengan tolok ukur Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tahun 2013-2018,  sebagai berikut :
Bab I.  Pendahuluan
Bab ini menjelaskan mengenai Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Gambaran Umum SKPD, Landasan Hukum, dan Sistematika Penyusunan.
Bab II.  Perencanaan Kinerja
Menggambarkan Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan Tahun 2013-2018, Visi dan Misi, Tujuan, Sasaran dan Indikator kinerja serta Penetapan Kinerja Tahun 2016.
Bab III.  Akuntabilitas Kinerja
Pada Bab ini diuraikan mengenai capaian kinerja organisasi dan realisasi anggaran tahun 2016 termasuk menguraikan tentang evaluasi kinerja  Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan.
Bab IV.  Penutup
Bab ini menyajikan secara ringkas kesimpulan tentang evaluasi kinerja mencakup pencapaian sasaran, keberhasilan, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan pencapaian sasaran serta upaya antisipasinya.
Lampiran-lampiran
Berisikan matrik, tabel, data dan informasi yang mendukung Laporan Pertanggungjawaban Bupati namun belum dimuat dalam teks laporan.
BAB  II.  PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A.Rencana Strategis Tahun 2013-2018
Sebagai langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan diperlukan perumusan suatu perencanaan strategik yang meru¬pakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia  dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategik, nasional dan global.
Salah satu unsur pokok untuk  terwujudnya sistem akuntabilitas pada pelaksanaan tugas pokok Dinas Pertanian Tanaman Pangan adalah terus tersusun dan terprogram setiap rencana kerja dalam suatu bentuk Rencana Strategis (Renstra) dengan berbasis kinerja yang merupakan pedoman pelaksanaan Tupoksi sehingga segala bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dapat diatur secara terencana dan terukur.
Dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada dan mungkin timbul, Dinas Pertanian Tanaman Pangan  sesuai tugas pokok dan fungsinya telah menetap¬kan Perencanaan Kinerja yang berorientasi hasil yang ingin dicapai dalam 5 tahun ke depan. Pada akhirnya ditetapkanlah ren¬cana dan target kinerja Rencana strategis disusun sebagai acuan dalam pengelolaan sumber daya.  Diharapkan dengan adanya Rencana Strategis tersebut, pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih terarah dan terkendali serta dapat mengakomodasi dan mengantisipasi perubahan lingkungan internal dan eksternal yang terjadi. Komponen Rencana Strategis meliputi pernyataan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi pencapaian tujuan dan sasaran yang berupa kebijakan dan program kerja.
A.1.  Visi dan Misi
Sebagaimana tertuang dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun  2013-2018 Visi Dinas Pertanian Tanaman Pangan adalah “Terwujudnya  pertanian  tanaman pangan dan hortikultura yang berdaya saing  dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani”.
Berdasarkan Visi tersebut di atas, maka Misi pembangunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan dijabarkan sebagai berikut:
1.Mendorong peningkatan produksi, produktivitas komoditi pertanian
2.Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam pertanian yang optimal, berkelanjutan dan ramah lingkungan
3.Mengoptimalkan usaha agribisnis yang berdaya saing untuk meningkatkan kesejahteraan petani
A.2.   Tujuan
Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam waktu satu sampai lima tahun. Dengan diformulasikannya tujuan ini, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh dinas dalam memenuhi visi dan misinya selama kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki.
Berdasarkan pernyataan misi diatas, tujuan yang ingin dicapai dari Misi pertama  yaitu “Meningkatkan produksi, produktivitas komoditi tanaman pangan dan hortikultura”.  Tujuan yang ingin dicapai dari misi kedua adalah “Mewujudkan Sumber daya manusia yang handal dalam pemanfaatan Sumber daya alam pertanian yang ramah lingkungan”.  Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dari misi ketiga adalah “Meningkatkan usaha agribisnis pada kelompok tani”.
A.3.   Sasaran
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur dalam kurun waktu lebih pendek dari tujuan.
Sasaran strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan merupakan dasar yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh yang berarti menyangkut keseluruhan satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan strategis yang terkait. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai, maka diharapkan bahwa tujuan strategis terkait juga telah dapat dicapai.
Adapun sasaran dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan berdasarkan tujuan yang pertama adalah “Terwujudnya Peningkatan  produksi tanaman pangan dan hortikultura”.  Indikator kinerja dari sasaran ini adalah produksi tanaman pangan dan hortikultura , Luas panen tanaman pangan dan hortikultura, produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, Jumlah penangkar benih tanaman pangan, Jumlah penangkar benih tanaman hortikultura. Sasaran yang kedua berdasarkan tujuan yang kedua adalah “Terlaksananya pembinaan pemanfaatan teknologi budidaya kepada kelompok tani dan Terlaksananya pembinaan pemanfaatan agensia hayati kepada petani.  Indikator kinerja dari sasaran yang kedua adalah Jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya dan Jumlah Pos Pelayanan Agensia Hayati.  Selanjutnya sasaran yang ketiga berdasarkan tujuan yang ketiga adalah “Terlaksananya pembinaan usaha agribisnis kepada kelompok tani”. Indikator kinerja dari sasaran ini adalah Jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis.
B.Indikator kinerja Utama
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan telah menetapkan Indikator Kinerja Utama sebagai berikut :
No Kinerja Utama/Sasaran Strategis/Outcome Indikator Kinerja Utama Perhitungan Penjelasan/Formasi Perhitungan Sumber Data Penanggung Jawab
1 Terwujudnya Peningkatan Produksi Tanaman pangan dan hortikultura Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Produksi = Luas Panen x Produktivitas BPS KabPasuruan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bidang Produksi Tanaman Pangan,Bidang Produksi Tanaman Hortikultura,Bidang Usaha Tani,Bidang Sarpras
Padi (ton) 564.384
Jagung (ton) 167.114
Kedelai (ton) 19.620
Kentang (ton) 57.032
Paprika (ton) 191
Durian (ton) 52.836
Mangga (ton) 84.593
Apel (ton) 74.331
Sedap malam (tgk) 31.570.783
Krisan (tgk) 15.482.344
Luas Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura Luas Panen = Produksi : Produktivitas BPS Kabupaten Pasuruan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bidang Produksi Tanaman Pangan,Bidang Produksi Tanaman Hortikultura,,Bidang Sarpras
Padi (ha) 86.815
Jagung (ha) 40.405
Kedelai (ha) 13.720
Kentang (ha) 3.479
Paprika (ha) 19
Durian (pohon) 4.902
Mangga (pohon) 16.748
Apel (pohon) 21.465
Sedap malam (m²) 44.565.390
Krisan (m²) 3.000.280
Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura Produktivitas = Produksi : Luas Panen BPS Kabupaten Pasuruan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bidang Produksi Tanaman Pangan,Bidang Produksi Tanaman Hortikultura,Bidang Sarpras
Padi (kw/Ha) 65,01
Jagung (Kw/Ha) 41,36
Kedelai (Kw/Ha) 14,30
Kentang (kw/ha) 163,93
Paprika (Kw/Ha) 102,89
Durian (Kg/Phn) 107,80
Mangga (Kg/Phn) 50,51
Apel (Kg/Phn) 34,63
Sedap malam (tgk/m2) 7,08
Krisan  (tgk/m2) 51,60
C.Rencana Kinerja Tahunan 2016
Rencana Kinerja Tahun 2016 yang ditetapkan pada dasarnya merupakan bentuk komitmen kinerja yang akan dicapai dalam waktu 1 (satu) tahun dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang ada. Penetapan kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja selama tahun anggaran tersebut.
Sasaran yang ingin dicapai Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tahun Anggaran 2016 dan dinyatakan dalam Penetapan Sasaran Kinerja 2016 adalah sebagai berikut:
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target
1. Terwujudnya Peningkatan Produksi Tanaman pangan dan hortikultura Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 564.384 ton
- Jagung 167.114 ton
- Kedelai 19.620 ton
- Kentang 57.032 ton
- - Paprika 191 ton
- Durian 52.836 ton
- Mangga 84.593 ton
- Apel 74.331 ton
- Sedap malam 31.570.783 tangkai
- Krisan 15.482.344 tangkai
Luas Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 86.815 ha
- Jagung 40.405 ha
- Kedelai 13.720 ha
- Kentang 3.479 ha
- - Paprika 19 ha
- Durian 4.902 pohon
- Mangga 16.748 pohon
- Apel 21.465 pohon
- Sedap malam 44.565.390  m²
- Krisan 3.000.280 m²
Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 65,01 kw/ha
- Jagung 41,36 kw/ha
- Kedelai 14,30 kw/ha
- Kentang 163,93 kw/ha
- - Paprika 102,89 kw/ha
- Durian 107,80 kg/pohon
- Mangga 50,51 kg/pohon
- Apel 34,63 kg/pohon
- Sedap malam 7,08 tangkai/ m²
- Krisan 51,60 tangkai/ m²
Jumlah Penangkar Benih Tanaman Pangan 17 penangkar
Jumlah Penangkar Benih Tanaman Hortikultura 9 penangkar
2. Terlaksananya Pembinaan Pemanfaatan Teknologi Budidaya kepada kelompok tani Jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan  teknologi budidaya 8 kelompok tani
3. Terlaksananya pembinaan pemanfaatan agensia hayati kepada petani Jumlah pos pelayanan agensia  hayati 11  unit
4. Terlaksananya pembinaan usaha agribisnis kepada kelompok tani Jumlah kelompok tani yang telah dibina dibidang agribisnis 27 kelompok tani
D. Perjanjian Kinerja Tahun 2016
Perjanjian kinerja merupakan pernyataan komitmen yang menggambarkan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun.  Di dalam perjanjian kinerja ini memuat program dan kegiatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan beserta target yang ingin dicapai selama kurun waktu satu tahun.
Tujuan umum ditetapkannya Penetapan kinerja adalah :
1. Meningkatkan Akuntabilitas, Transparansi, dan kinerja Aparatur;
2. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah;
3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/ kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;
4. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;
5. Sebagai dasar pemberian reward atau penghargaan dan sanksi;
Adapun Perjanjian kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan tahun 2016 adalah sebagai berikut :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Satuan
1 Terwujudnya Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura
Padi 564.384 ton
Jagung 167.114 ton
Kedelai 19.620 ton
Kentang 57.032 ton
Paprika 191 ton
Durian 52.836 ton
Mangga 84.593 ton
Apel 74.331 ton
Sedap malam 31.570.783 tangkai
Krisan 15.482.344 tangkai
Luas Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 86.815 ha
- Jagung 40.405 ha
- Kedelai 13.720 ha
- Kentang 3.479 ha
- Paprika         19 ha
- Durian 4.902 pohon
- Mangga 16.748 pohon
- Apel 21.465 pohon
- Sedap malam 44.565.390  
- Krisan 3.000.280
Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Padi 65,01 kw/ha
Jagung 41,36 kw/ha
Kedelai 14,30 kw/ha
Kentang 163,93 kw/ha
Paprika 163,93 kw/ha
Durian 102,89 kg/phn
Mangga 50,51 kg/phn
Apel 34,63 kg/phn
Sedap malam 7,08 tgk/m2
Krisan 51,60 tgk/m2
Jumlah Penangkar Benih Tanaman Pangan 17 Penangkar
Jumlah Penangkar Benih Tanaman Hortikultura 9 Penangkar
2 Terlaksananya Pembinaan Pemanfaatan Teknologi Budidaya kepada kelompok tani. Jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan  teknologi budidaya 8 klpk tani
3 Terlaksananya pembinaan pemanfaatan agensia hayati kepada petani. Jumlah pos pelayanan agensia  hayati 11 unit
4 Terlaksananya pembinaan usaha agribisnis kepada kelompok tani Jumlah kelompok tani yang telah dibina dibidang agribisnis 27 klpk tani
No Program Anggaran
1 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 416.951.700,00
2 Program Peningkatan Ketahanan Pangan pertanian/Perkebunan 1.818.351.600,00
3 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan 3.950.050.788,00
4 Program Peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan 609.979.900,00
5 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 955.444.500,00
6 Program Pengembangan Jaringan Irigasi Pertanian 12.051.963.114,00
JUMLAH 19.802.741.602,00
BAB  III.    AKUNTABILITAS  KINERJA
A. Pengukuran Kinerja Tahun 2016
Sebagai sebuah instansi pemerintah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan harus menjalankan setiap kebijakan manajemen daerah. Sedangkan sebagai organisasi adalah keharusan bagi Dinas Pertanian  untuk menetapkan mekanisme yang mampu menilai keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Dinas Pertanian Tanaman Pangan harus menetapkan suatu indikator atas setiap sasaran yang disepakati dengan legislatif lengkap dengan target yang harus dicapai setiap tahun.  Indikator ini bersifat indikator kinerja outcome (hasil).  Pada saat yang bersamaan Pemerintah Kabupaten mewajibkan satuan kerja dibawah kendalinya untuk mendukung pencapaian sasaran dengan cara menetapkan indikator input, output dan outcome sesuai dengan karakteristik dan tupoksi satuan kerja yang bersangkutan.
Indikator kinerja input yang digunakan adalah dana dengan satuan rupiah, sedangkan indikator output yang digunakan bervariasi tergantung pada jenis sasaran yang ditetapkan pada masing-masing kegiatan. Seperti juga pada indikator output, indikator kinerja outcome yang digunakan juga bervariasi tergantung pada sasaran yang ingin dicapai. Namun demikian, terdapat satu kesamaan dalam merumuskan indikator kinerja outcome maupun output, yaitu indikator tersebut menggambarkan sejauh mana Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan melaksanakan fungsinya.
Di dalam melaksanakan pembangunan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan didukung oleh program dan kegiatan yang melekat pada anggaran belanja langsung tahun 2016 sebesar Rp. 41.890.269.892 Realisasi anggaran belanja langsung tahun 2016 pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan sebesar 39.449.087.866 atau 94,17%. secara rinci realisasi kinerja dan anggaran tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
No Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/kegiatan (output) Kinerja Anggaran
Target Reallisasi % Target Reallisasi %
1 2 3
I PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN Persentase Laporan / kegiatan rutin  diselesaikan tepat waktu
100%
100
%
100 697.293.290 589.109.142
84,49
1. Penyediaan Jasa Komunikasi,Sumber Daya Air dan Listrik Keluaran : Tersedianya Telepon,Listrik,Air
12
bulan
12
bulan
100 129.900.000
81.247.217
62,55
2. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Keluaran : Tersedianya jasa administrasi keuangan
12
bulan
12
bulan
100 102.580.000
99.145.000
96,65
3. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Keluaran : Tersedianya honor tenaga kebersihan kantor
12
bulan
12
bulan
100 33.466.000
32.763.000
97,90
4. Penyediaan Alat Tulis Kantor Keluaran : Tersedianya alat tulis kantor
12
bulan
12
bulan
100 26.090.000
16.594.300
63,60
5. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Keluaran : Tersedianya barang cetakan/fotokopy, biaya penggandaan 12 bulan 12 bulan 100 49.741.600 41.106.400 82,64
6. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Keluaran : Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor 1 paket 1 paket 100 4.575.000 4.575.000 100
7. Penyediaan Makanan dan Minuman Keluaran : Tersedianya makanan dan minuman konsumsi rapat atau tamu dinas 12 bulan 12 bulan 100 28.344.000 17.274.000 60,94
8. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah Keluaran :Tersedianya anggaran dinas luar daerah 12 bulan 12 bulan 100 175.503.750 173.025.225 98,59
9. Penyediaan Jasa perkantoran Keluaran : Tersedianya Jasa Perkantoran (Benda Pos,honor tenaga kontrak, honor penjaga keamanan, rekening surat kabar, dll) 12 bulan 12 bulan 100 134.600.000 113.214.000 84,11
10. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah Keluaran :Tersedianya anggaran dinas dalam daerah 12 bulan 12 bulan 100 12.492.940 10.165.000 81,37
II PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR Persentase peningkatan sarana dan prasarana yang memenuhi syarat terhadap sarana prasarana yang harus tersedia 100% 100 % 100 21.359.195 20.993.879 98,29
1. Pembangunan Gedung Kantor Keluaran :Jumlah gedung kantor yang dibangun 1 paket 1 paket 100 20.500.000 20.263.666.500 98,85
2. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor Keluaran : Jumlah perlengkapan gedung kantor yg diadakan 10 paket 6 paket 60 35.340.000 23.554.118 66,65
3. Pengadaan Peralatan Kantor Keluaran : Jumlah Peralatan Kantor yang diadakan 4 paket 4 paket 100 345.855.000 284.547.256 82,27
4. Pemeliharaan ruin/berkala Kendaraan Dinas/Operasional Keluaran : Jml kendaraan dinas yang mendapat biaya pemeliharaan/BBM 6 unit 6 unit 100 234.500.000 180.687.948 77,05
5. Pemeliharaan Rutin/berkala Perlengkapan Rumah Jabatan/dinas Keluaran : Jml perlengkapan rmh jbtn/dinas yg dilakukan pemeliharaan 2 paket 2 paket 100 10.000.000 10.000.000 100,00
6. Pemeliharaan Rutin/berkala Peralatan Kantor Keluaran : Tersedianya anggaran Pemeliharaan peralatan kantor 12 bulan 12 bulan 100 33.500.000 33.500.000 100,00
7. Rehabilitasi Sedang/Berat rumah dinas Keluaran : Jumlah gedung rumah dinas yang direhab 1 unit 1 unit 100 200.000.000 197.924.000 98,96
III PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN Persentase usulan kegiatan yang terakomodir 100% 100 % 100 11.040.000 10.190.000 92,30
1. Pelaksanaan Forum SKPD Keluaran : Terlaksanya Kegiatan Forum SKPD 1 kali 1 kali 100 11.040.000 10.190.000 92,30
IV PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI Jumlah kelompok tani yang berhasil di bidang agribisnis 27 klpk tani 12 klpk tani 44,44 416.951.700 205.508.400 49,29
1. Pelatihan Petani dan pelaku Agribisnis Keluaran : Jumlah petani & petugas yang mengikuti magang 40 orang 0 orang - 72.120.000 15.541.000 21,55
2. Peningikatan Kemampuan Lembaga Petani Keluaran : Jumlah klpk petani yang mengikuti lomba agribisnis horti/pangan 1 klpk tani 2 klpk tani 200 51.866.800 48.576.000 93,66
3. Water Resources and Irrigation Sector Management Program (WISMP-  2) Tersedianya administrasi kegiatan kelembagaan pengelolaan air irigasi 1 tahun 1 tahun 100 129.627.500 61.933.600 47,78
4. Pembinaan HIPPA Keluaran : Jumlah petani yang dibina dalam pengelolaan air 75 petani 0 petani - 163.337.400 79.457.800 48,65
V PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN PERTANIAN/PERKEBUNAN Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura Padi 564.384 ; jagung 167.114 ; kedelai 19.620 ; kentang 57.032 ; paprika 191 ; durian 52.836 ; mangga 84.593 ; apel 74.331 ;sedap malam 31.570.783 tgk ;krisan 15.482.344 tgk Padi 721.144 ; jagung 277.192 ; kedelai 7.787 ; kentang 144.103 ; paprika 1469 ; durian 88.152 ; mangga 190.678 ; apel 151.790 ;sedap malam 69.365.952 tgk ;krisan 86.261.500 tgk Padi 127,77 ; jagung 165,87 ; kedelai 39,70 ; kentang 252,67 ; paprika 769,11 ; durian 166,84 ; mangga 225,41 ; apel 204,21 ;sedap malam 219,72 tgk ;krisan 557,16 tgk 1.818.351.600 1.456.926.330 80,12
1. Penyusunan Data Base Potensi Produk Pangan Keluaran : Dokumen data base potensi produk pangan dan hortikultura 4 paket 4 paket 100 43.327.500 42.315.000 97,66
2. Monitoring,Evaluasi dan Pelaporan Kebijakan Subsidi Pertanian Keluaran : Lokasi monitoring serta evaluasi kebutuhan pupuk 24 kec 24 kec 100 185.147.900 139.148.500 75,16
3. Penanganan pasca panen dan Pengolahan hasil Pertanian Keluaran : Jumlah peserta kunjungan lapang pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 25 orang 25 orang 100 88.746.200 49.810.000 56,13
4. Pengembangan Perbenihan/Perbibitan Keluaran : Luas lahan pengembangan benih padi dan palawija 5 Ha 5 Ha 100 166.969.500 159.324.430 95,42
5. Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian Keluaran : luas lahan yang  menggunakan benih kentang bermutu 4 Ha 4 Ha 100 518.095.000 503.652.700 97,21
6. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bioteknologi Keluaran : Jumlah klpk tani peserta pembinaan SLPHT 6 klpk tani 0 klpk tani - 159.066.000 725.000 0,46
7. Peningkatan Produksi,Produktivitas dan Mutu Produk Perkebunan,Produk Pertanian Keluaran : Lokasi  bantuan benih padi,jagung dan kedelai dari APBN 24 Kec 24 Kec 100 154.327.000 130.243.200 84,39
8. Pengembangan Tanaman Sayuran Organik Jml peserta pelatihan teknologi budidaya sayuran organik 40 orang 40 orang 100 60.225.000 48.740.000 80,93
9 Penyusunan database lahan pangan pertanian berkelanjutan Tersusunnya database LP2B 1 dokumen 1 dokumen 100 442.447.500 382.967.500 86,56
VI PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Persentase peningkatan sarana dan prasarana yang memenuhi syarat 100% 100% 100 20.000.000 14.149.690 70,75
1. Asuransi Gedung dan Kendaraan Jumlah kendaraan bermotor yang diasuransikan 3 unit 3 unit 100 20.000.000 14.149.690 70,75
VII PROGRAM PENINGKATAN PEMASARAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN/PERKEBUNAN Jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis 27 Klpk tani 12 Klpk tani 44,44 3.950.050.788 3.722.788.525 94,25
1. Promosi atas hasil Produksi Pertanian/perkebunan Unggul Dearah Frekuensi promosi produk unggulan 10 Kali 14 kali 140 1.243.340.150 1.179.313.525 94,85
2. Pembangunan/Rehabilitasi Jalan Usaha Tani Jml pembangunan/rehab jalan usaha tani
20
paket 13 paket 65 2.706.710.638
2.543.475.000
93,97
VIII PROGRAM PENINGKATAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN/PERKEBUNAN Jumlah klpk tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya 8 Klpk tani 21 Klpk tani 262,5 609.979.900 416.217.900 68,23
1. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna Keluaran : Lokasi aplikasi AH untuk menanggulangi OPT 8 Kec 8 Kec 100 163.173.000 133.288.500 81,69
2. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/perkebunan Tepat Guna Jumlah sarana teknologi yang diadakan 10 Unit 10 Unit 100 150.000.000 145.500.000 97,00
3. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat guna Lokasi SL teknologi untuk menanggulangi OPT 1 Kec 1 Kec 100 95.439.000 47.214.500 49,47
4. Pelatihan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Modern Bercocok Tanam Keluaran : Lokasi pembinaan metode tanam SRI 2 Kec 2 Kec 100 44.200.000 36.890.500 83,46
5. Sekolah Lapang Iklim Jumlah petani peserta sekolah Lapang Iklim 75 orang 0 orang - 110.918.900 18.664.900 16,83
6. Optimalisasi Alat Mesin Pertanian Tersedianya administrasi pembinaan alsin pertanian 1 Tahun 1 Tahun 100 46.249.000 34.659.500 74,94
IX PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN/PERKEBUNAN Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura Padi 564.384 ; jagung 167.114 ; kedelai 19.620 ; kentang 57.032 ; paprika 191 ; durian 52.836 ; mangga 84.593 ; apel 74.331 ;sedap malam 31.570.783 tgk ;krisan 15.482.344 tgk Padi 721.144 ; jagung 277.192 ; kedelai 7.787 ; kentang 144.103 ; paprika 1469 ; durian 88.152 ; mangga 190.678 ; apel 151.790 ;sedap malam 69.365.952 tgk ;krisan 86.261.500 tgk Padi 127,77 ; jagung 165,87 ; kedelai 39,70 ; kentang 252,67 ; paprika 769,11 ; durian 166,84 ; mangga 225,41 ; apel 204,21 ;sedap malam 219,72 tgk ;krisan 557,16 tgk 955.444.500 643.743.000 67,38
1. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan Keluaran : Jumlah kebun dinas Hortikultura yang dikelola 1 unit 1 unit 100 97.950.000 95.837.000 97,84
2. Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebuann Keluaran : Lokasi kursus/pelatihan teknologi perbanyakan bibit unggul durian 8 Kec 0 Kec - 71.640.000 0,00 0,00
3. Pengelolaan Lahan dan Air Keluaran : Tercapainya Pengelolaan lahan dan air 1 tahun 1 tahun 100 261.242.000 158.779.700 60,78
4. Fasilitas Pengembangan Kawasan Agropolitan Jumlah peserta temu teknologi petani 40 orang 40 orang 100 57.475.000 46.847.000 81,51
5. Sosiaslisasi Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kentang Keluaran : jumlahpeserta pelatihan teknologi perbanyakan benih kentang 40 orang 40 orang 100 59.997.500 48.772.000 81,29
6. Pengembangan Agribinis Hortikultura Keluaran : Jumlah peserta temu teknologi global GAP 40 orang 40 orang 100 407.140.000 293.507.300 72,09
X PROGRAM PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI PERTANIAN Jumlah produksi tanaman pangan dan hortikultura (ton, tgk) Padi 564.384 ; jagung 167.114 ; kedelai 19.620 ; kentang 57.032 ; paprika 191 ; durian 52.836 ; mangga 84.593 ; apel 74.331 ;sedap malam 31.570.783 tgk ;krisan 15.482.344 tgk Padi 721.144 ; jagung 277.192 ; kedelai 7.787 ; kentang 144.103 ; paprika 1469 ; durian 88.152 ; mangga 190.678 ; apel 151.790 ;sedap malam 69.365.952 tgk ;krisan 86.261.500 tgk Padi 127,77 ; jagung 165,87 ; kedelai 39,70 ; kentang 252,67 ; paprika 769,11 ; durian 166,84 ; mangga 225,41 ; apel 204,21 ;sedap malam 219,72 tgk ;krisan 557,16 tgk 12.051.963.114 11.396.575.057
94,56
1. Pembangunan/Rehabilitasi Irigasi Tanah Dangkal Jumlah irigasi tanah dangkal yang dibangun 4 paket 3 paket 75 657.575.425 555.035.900 84,41
2. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Jumlah jaringan irigasi yang direhab 38 paket 24 paket 63 2.447.977.678 2.321.518.500 94,83
3. Pengembangan Jarinagn irigasi tersier Jumlah irigasi tanah dangkal yang dibangun 38 paket 24 paket 63 3.765.771.311 3.634.734.500 96,52
4. Irigasi Air Tanah Jumlah irigasi air tanah yang dibangun 46 paket 29 paket 63 5.180.638.700 4.885.286.157 94,30
98 41.890.269.892 39.449.087.866
94,17
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan karena adanya kebijakan penundaan realisasi anggaran terutama yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Namun demikian Dinas Pertanian Tanaman Pangan mengoptimalkan sumber dana dan sumber daya yang ada untuk tetap menjaga keberhasilan kinerja selama satu tahun.
Untuk mengetahui keberhasilan kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan maka harus dilakukan pengukuran kinerja kegiatan. Pengukuran kinerja kegiatan yaitu mengukur tingkat capaian kinerja kegiatan yang dimulai dengan menetapkan indikator kinerja kegiatan berdasarkan kelompok inputs, outputs, outcomes; menentukan satuan setiap kelompok indikator; menetapkan rencana tingkat capaian (target), mengetahui realisasi indikator kinerja kegiatan;menghitung rencana dan realisasi untuk mendapatkan prosentasenya. Pada Tahun 2016 Dinas Pertanian Tanaman Pangan mempunyai 5 (lima) sasaran strategis dan semuanya sudah direalisasikan.
Pengukuran capaian kinerja tahun 2016 dapat dilihat pada data yang meliputi capaian produksi tanaman pangan dan hortikultura, luas panen tanaman pangan dan hortikultura, produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, jumlah penangkar benih tanaman pangan, jumlah penangkar benih tanaman hortikultura, jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya, jumlah Pos Pelayanan Agensia Hayati dan jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis. Hasil pengukuran kinerja masing-masing sasaran akan diuraikan dalam pengukuran kinerja sebagai berikut :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian %
1. Terwujudnya Peningkatan Produksi Tanaman pangan dan hortikultura Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 564.384 ton 721.144 ton 127,77
- Jagung 167.114 ton 277.192 ton 165,87
- Kedelai 19.620 ton 7.787 ton 39,70
- Kentang 57.032 ton 144.103 ton 252,67
- Paprika 191 ton 1.469 ton 769,11
- Durian 52.836 ton 88.152 ton 166,84
- Mangga 84.593 ton 190.678 ton 225,41
- Apel 74.331 ton 151.790 ton 204,21
- Sdp malam 31.570.783 tangkai 69.365.952 tangkai 219,72
- Krisan 15.482.344 tangkai 86.261.500 tangkai 557,16
Luas Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 86.815 ha 107.999 ha 124,40
- Jagung 40.405 ha 44.151 ha 109, 27
- Kedelai 13.720 ha 4.902 ha 35,73
- Kentang 3.479 ha 5.228 ha 150,27
- - Paprika 19 ha 56 ha 294,74
- Durian 4.902 pohon 836.805 pohon 17.070,68
- Mangga 16.748 pohon 2.436.796 pohon 14.549,77
- Apel 21.465 pohon 2.920.443 pohon 13.605,60
- Sedap malam 44.565.390  m² 7.526.399  m² 16,89
- Krisan 3.000.280 m² 1.461.800 m² 48,72
Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Padi 65,01 kw/ha 66,77 kw/ha 102,71
- Jagung 41,36 kw/ha 60,93 kw/ha 147,32
- Kedelai 14,30 kw/ha 17,80 kw/ha 124,48
- Kentang 163,93 kw/ha 275,64 kw/ha 168,14
- Paprika 102,89 kw/ha 233,11 kw/ha 226,56
- Durian 107,80 kg/pohon 105,34 kg/pohon 97,72
- Mangga 50,51 kg/pohon 78,25 kg/pohon 154,92
- Apel 34,63 kg/pohon 51,98 kg/pohon 150,10
- Sedap malam 7,08 tangkai/m² 9,22 tangkai/m² 130,23
- Krisan 51,60 tangkai/m² 59,01 tangkai/m² 114,36
Jumlah Penangkar Benih Tanaman Pangan 17 penangkar 18 penangkar 105,88
Jumlah Penangkar Benih Tanaman Hortikultura 9 penangkar 8 penangkar 88,89
2. Terlaksananya Pembinaan Pemanfaatan Teknologi Budidaya kepada kelompok tani Jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan  teknologi budidaya 8 kelompok tani 21 kelompok tani 262,50
3 Terlaksananya pembinaan pemanfaatan agensia hayati kepada petani Jumlah pos pelayanan agensia  hayati 11  unit 15 unit 136,36
4 Terlaksananya pembinaan usaha agribisnis kepada kelompok tani Jumlah kelompok tani yang telah dibina dibidang agribisnis 27 kelompok tani 22 kelompok tani 81,48
B. Analisis Capaian Kinerja
ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Sasaran 1 : “Terwujudnya Peningkatan Produksi Tanaman pangan dan hortikultura “
Sasaran tersebut diatas mempunyai indikator kinerja sebagai berikut :
a. Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura
1) Padi
Produksi padi pada tahun 2016 sebesar 721.144 ton, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 564.384 ton atau 27,78 %.Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 722.642 ton menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,21 %. Peningkatan produksi ini terutama disebabkan oleh peningkatan luas panen padi dari 106.307 ha pada tahun 2015 menjadi 107.999 ha pada tahun 2016. Peningkatan luas panen disebabkan adanya  peningkatan indeks pertanaman padi pada daerah daerah yang memperoleh pembangunan/rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi sumur dangkal serta bantuan pompa air yang bersumber dari APBN melalui program Upaya Khusus (UPSUS) swasembada pangan pada komoditas Padi, Jagung dan Kedele (PAJALE)
2) Jagung
Produksi jagung pada tahun 2016 sebesar 277.192 ton, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 167.114  ton atau 65,87 %. Jika dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2015 yang sebesar 250.518 ton, maka capaian realisasi produksi jagung di tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 10,65 %. Peningkatan produksi jagung disebabkan oleh adanya peningkatan produktivitas sebesar 6,28 kw/ha.  Hal tersebut di karenakan perubahan pola tanam para petani yang semula menanam padi ladang beralih menanam jagung
Produksi Tanaman Pangan Padi dan Jagung
Tahun 2013 – 2015 Petani sedang menjemur Jagung di Kecamatan Pasrepan
Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan
3) Kedelai
Produksi kedelai pada tahun 2016 sebesar 7.787 ton tidak dapat melampaui target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 19.620 ton. realisasi Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2015 sebesar 14.344 ton, maka capaian produksi kedelai tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 45,71%. Penurunan produksi tanaman kedelai ini terutama disebabkan oleh penurunan luas panen sebesar 2.531 ha karena adanya perubahan pola tanam dari tanaman kedelai beralih ke tanaman padi dan jagung dengan biaya usahatani yang lebih efisien dan menguntungkan
Produksi Tanaman Pangan Kedelai
Tahun 2013 – 2015 Bupati Pasuruan melakukan panen Raya kedelai di Desa Baujeng Kecamatan Beji
Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan
4) Sayuran kentang
Produksi Kentang pada tahun 2016 adalah sebesar 144.103 ton, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar  57.032 ton atau 152,67 %. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2015 sebesar 122.180 ton, maka capaian realisasi produksi kentang tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 17,94 %. Peningkatan produksi komoditas kentang karena luas tanam kentang mengalami peningkatan yang cukup signifikan mengingat pola perubahan iklim yang cenderung basah sepanjang tahun 2016 menyebabkan ketersediaan air memenuhi sehingga budidaya kentang dapat dilakukan sampai 3 (tiga) kali dalam musim tanam. Disamping itu petani lebih memilih berbudidaya kentang dari pada komoditas sayuran lainnya karena mempunyai nilai ekonomis yang lebih menjanjikan.
5).  Paprika
Produksi paprika pada tahun 2016 adalah sebesar 1.469 ton, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 191 ton atau 669,11 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi produksi tahun 2015 sebesar 1.461 ton, mengalami peningkatan yaitu sebesar 0,55 %.  Peningkatan produksi paprika utamanya disebabkan adanya peningkatan luas panen. Menurunnya luas panen komoditas paprika di imbangi dengan peningkatan mutu pemeliharaan paprika yang intensif sehingga berakibat pada produktivitas yang dihasilkan masih tetap tinggi yang menyebabkan produksi paprika juga meningkat.
Produksi Tanaman Hortikultura PaprikaTahun 2013 - 2015 Paprika yang tumbuh subur di Kecamatan Tutur Kab. Pasuruan
Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan
6).   Buah Durian
Produksi durian pada tahun 2016 adalah sebesar 88.152 ton, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 52.836 ton atau 66,84 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi produksi tahun 2015 sebesar 86.921 ton, mengalami peningkatan sebesar 1,42 %. Peningkatan produksi durian utamanya disebabkan adanya peningkatan luas panen akibat adanya pohon durian yang merupakan bantuan dari anggaran APBD Kabupaten secara berkala mulai berbuah
7).   Buah Mangga
Produksi mangga pada tahun 2016 adalah sebesar 190.678 ton melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 84.593 ton atau 225,41 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi produksi tahun 2015 sebesar 188.259 ton mengalami peningkatan sebesar 1,28%. Peningkatan produksi mangga yang cukup signifikan tersebut disebabkan adanya peningkatan jumlah pohon mangga yang produktif dari hasil pengembangan tahun sebelumnya.
8).   Buah Apel
Produksi Apel pada tahun 2016 sebesar 151.790 ton, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 74.331 ton atau 104,22 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi produksi tahun 2015 sebesar 150.059 ton terjadi kenaikan sebesar 1,15 %. Peningkatan produksi ini utamanya disebabkan oleh adanya peningkatan Luas panen apel akibat adanya peremajaan tanaman baru.
9).  Bunga Sedap Malam
Produksi Bunga Sedap Malam pada tahun 2016 sebesar 69.365.952 tangkai, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 31.570.783 tangkai atau 119,72 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi produksi tahun 2015 sebesar  65.015.453 tangkai terjadi peningkatan 6,69 %. Peningkatan produksi ini utamanya dipengaruhi oleh peningkatan luas panen dan produktivitas tanaman sedap malam.
10).  Bunga Krisan
Produksi Bunga Krisan pada tahun 2016 adalah sebesar 86.261.500 tangkai, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan Tahun 2013-2018 sebesar 15.482.344 tangkai atau 457,16 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi produksi tahun 2015 sebesar 74.330.000 tangkai mengalami peningkatan sebesar 16,05 %. Peningkatan produksi bunga krisan ini utamanya disebabkan peningkatan luas panen dan pengembangan kawasan krisan secara kontinyu yang bersumber dari anggaran APBN.
b. Luas Panen Tanaman Pangan dan Hortikultura
1) Padi
Luas panen padi pada tahun 2016 sebesar 107.999 ha telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 86,815 ha atau 24,40 %. Hal ini disebabkan adanya pengaruh kemarau yang basah (curah hujan yang panjang dalam satu tahun) sehingga kebutuhan air untuk irigasi lahan padi tercukupi
2) Jagung
Luas Panen jagung pada tahun 2016 sebesar 44.151 ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 40.405 atau 9,27 %.
3) Kedelai
Luas Panen kedelai pada tahun 2016 sebesar 4.902 ha, kurang dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 13.720 ha atau 35,73 %. Sebagaimana dijelaskan di atas penurunan luas panen ini karena adanya perubahan pola tanam dari tanaman kedelai beralih ke tanaman padi dan jagung dengan biaya usahatani yang lebih efisien dan menguntungkan
4) Sayuran Kentang
Luas Panen sayuran kentang pada tahun 2016 sebesar 5.228 ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 3.479 ha atau 50,27 %.
..
5)
5) Sayuran Paprika
Luas panen paprika pada tahun 2016 sebesar 56 Ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 19 ha atau  194,74 %. Peningkatan luas panen ini disebabkan adanya program kegiatan pengembangan paprika yang bersumber dari APBD Kabupaten dan nilai ekonomis yang tinggi menyebabkan banyak petani yang mengusahakan paprika.
6) Buah Durian
Luas panen durian pada tahun 2016 sebesar 836.805 phn, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 4.902 phn atau 16.070,68 %.
..
7) Buah Mangga
Luas panen mangga pada tahun 2016 sebesar 2.436.796 phn, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 16.748 phn atau 13.549,77 %.
8) Buah Apel
Luas panen apel pada tahun 2016 sebesar 2.920.443 phn, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 21.465 pohon atau 12.605,60%.
9) Bunga Sedap malam
Luas panen sedap malam pada tahun 2016 sebesar 7.526.399 m2, tidak melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 44.565.390 m2 atau 16,89%. Target tidak terlampaui karena musim kemarau basah menyebabkan ketersediaan air untuk menanam padi cukup.
10) Bunga Krisan
Luas panen krisan pada tahun 2016 sebesar 1.461.800 m2, tidak melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018  sebesar 3.000.280 m2 atau 48,72 %.
c. Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
1) Padi
Produktivitas padi pada tahun 2016 sebesar 66,77 kw/ha telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 65,01 kw/ha atau 102,71 %. Sedangkan jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2015 sebesar 67,98 kw/ha menunjukkan adanya penurunan sebesar 1,77 %. Hal ini disebabkan adanya pengaruh kemarau yang basah (curah hujan yang panjang dalam satu tahun) akan berpengaruh terhadap berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang diterima oleh daun, sehingga fotosintesa menjadi terganggu akibatnya produksi padi per hektar menurun. Selain itu dengan adanya curah hujan yang tinggi menyebabkan OPT menjadi cepat berkembang melebihi ambang batas sehingga akan mengganggu perkembangan tanaman. Adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah Penggunaan Benih Unggul, Pupuk Berimbang, Aplikasi Teknologi Tepat Guna, Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Sekolah Lapang serta pemanfaatan optimalisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan) pasca panen untuk meminimalkan faktor kehilangan hasil akibat proses panen.
2) Jagung
Produktivitas jagung pada tahun 2016 sebesar 62,78 kw/ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 41,36 kw/ha atau 51,79 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 56,50 Kw/Ha, terjadi peningkatan sebesar 11,12 %.  Peningkatan produktivitas  ini  disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah dukungan program pengembangan jagung hibrida kepada para petani melalui kegiatan GPPTT (Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu), penerapan pupuk berimbang, pemanfaatan optimalisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan), pengembangan penggunaan pupuk organik/alternatif serta pengendalian organisme pengganggu tanaman sejak dini.  Faktor lain yang menyebakan terjadinya peningkatan produksi jagung adalah bergesernya pola tanam yang terjadi di beberapa sentra kedele beralih ke komoditas jagung seperti Kecamatan Sukorejo, Wonorejo, Purwosari dan Gempol.
3) Kedelai
Produktivitas kedelai pada tahun 2016 sebesar 15,89 kw/ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 14,30 kw/ha atau 11,12 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 19,29 Kw/Ha, hal ini terjadi penurunan produktivitas sebesar 17,63 %. Penurunan produktivitas komoditas kedele pada tahun 2016 disebabkan oleh beberapa hal selain terjadi fenomena alam berupa Lanina yang menyebakan curah hujan sangat tinggi sehingga benih kedele yang di tanam tidak tumbuh akibatnya prosentasi benih yang tumbuh menjadi kecil dan terjadi perubahan atau pergeseran pola tanam dari budidaya komoditas kedele beralih ke komoditas lain diantaranya adalah jagung. Disamping itu minat petani untuk menanam kedelai sudah berkurang karena nilai ekonomisnya lebih rendah jika dibandingkan komoditas lainnya ( padi dan jagung).
4) Sayuran Kentang
Produktivitas sayuran kentang pada tahun 2016 sebesar 275,64 Kw/Ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 163,93 kw/ha atau 68,14 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 269,65 Kw/ha, menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan sebesar 2,22 %.  Peningkatan produktivitas komoditas kentang di Kabupaten Pasuruan antara lain disebabkan penggunaan benih unggul dan bermutu yang dipenuhi dari Pusat Perbenihan Kentang (P3K) di desa Ngadiwono kecamatan Tosari, pola pemupukan yang berimbang dan penggunaan mulsa plastik serta pola perubahan iklim yang cenderung basah sepanjang tahun 2016 menyebabkan budidaya kentang dapat dilakukan 3 (tiga) kali musim tanam sehingga berpengaruh terhadap peningkatan provitas kentang. Disamping itu harga komoditas kentang yang ada di pasaran sangat menguntungkan petani sehingga kecenderungan petani akan menanam kentang dengan luasan yang lebih besar.
..
5) Sayuran Paprika
Produktivitas paprika pada tahun 2016 sebesar 233,11 Kw/Ha, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 102,89 kw/ha atau  126,56 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 173,90 Kw/ha, terjadi peningkatan yang sebesar 34,05 %. Peningkatan produktivitas komoditas paprika  di kawasan sentra Kabupaten Pasuruan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah penggunaan benih varietas unggul, penggunaan pupuk yang disalurkan melalui sistem irigasi tetes, pembangunan jaringan irigasi tetes dan pengendalian OPT secara terpadu.
Produktivitas Tanaman Hortikultura Kentang dan Paprika
Tahun 2013 – 2015
6) Buah Durian
Produktivitas durian pada tahun 2016 sebesar 105,34 kg/phn, telah terjadi penurunan provitas bila dibandingkan dengan target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 107,80 kg/phn atau 2,28 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 123,79 kg/phn, menunjukkan adanya penurunan produktivitas sebesar  14,90 %. Penurunan produktivitas Durian disebabkan oleh beberapa faktor antar lain curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan tanaman durian mengalami pertumbuhan vegetative, dimana tanaman selalu tumbuh tunas baru tanpa menumbuhkan calon bakal bunga.
7) Buah Mangga
Produktivitas mangga pada tahun 2016 sebesar 78,25 kg/phn, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 50,51 kg/phn atau 54,92 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 71,97 kg/phn, menunjukkan adanya peningkatan sebesar 8,73 %. Peningkatan produktivitas komoditas mangga disebabkan oleh penerapan teknologi pembuahan komoditas mangga diluar musim (offseason), penggunaan pupuk berimbang, pemangkasan bentuk dan pemangkasan produksi serta pengembangan sentra kawasan mangga gadung klon 21 secara kontinyu dan berkelanjutan melalui bantuan paklobutrazol.
8) Buah Apel
Produktivitas apel pada tahun 2016 sebesar 51,98 kg/phn, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 34,63 kg/phn atau 50,10 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 51,89 kg/phn, menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,17 %. Peningkatan produktivitas tanaman apel disebabkan adanya penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar, penggunaan pupuk berimbang, pengendalian OPT melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu(SL-PHT) dan Sekolah Lapang Agens Hayati (SL-AH) serta pengembangan kawasan sentra apel.
Produktivitas Tanaman Hortikultura Durian, Mangga dan Apel Tahun 2013 – 2015
9) Bunga Sedap malam
Produktivitas sedap malam pada tahun 2016 sebesar 9,22 tangkai/m2, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 7,08 tangkai/m2 atau 30,23 %. Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2015 sebesar 9,20 tangkai/m2, menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,22 %. Peningkatan produktivitas tanaman sedap malam disebabkan adanya penerapan sistem budidaya sedap malam yang intensif sesuai SOP, penggunaan varietas sedap malam unggul (varietas Roro Anteng) serta pengendalian OPT sejak dini.
10) Bunga Krisan
Produktivitas krisan pada tahun 2016 sebesar 59,01 tangkai/m2, telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 51,60 tangkai/m2 atau 14,36 %. Jika dibandingkan dengan capaian realisasi tahun 2015 sebesar 58,99 tangkai/m2 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,034 %. Peningkatan produktivitas krisan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: penggunaan benih unggul introduksi, pemberian pupuk nutrisi/alternatif dan pupuk organik dan penerapan sistem pengairan yang intensif melalui jaringan irigasi tetes secara kontinyu dan berkelanjutan pengendalian OPT melalui SL-PHT dan SL-GAP.
Produktivitas Tanaman Hortikultura Sedap Malam dan KrisanTahun 2013 – 2015
d. Jumlah Penangkar Benih Tanaman Pangan
Ketersediaan benih bermutu tanaman pangan dan hortikultura yang cukup dan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan petani mempunyai peranan yang sangat menentukan terhadap peningkatan produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu indikator ketersediaan benih bermutu tanaman pangan dan hortikultura tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah penangkar yang memproduksi benih bermutu di Kabupaten Pasuruan. Jumlah penangkar benih tanaman pangan pada tahun 2016 adalah 18 penangkar. Apabila dibandingkan dengan target sebesar 17 penangkar maka pencapaian kinerja sebesar 105,88 %.
e. Jumlah Penangkar Benih Tanaman Hortikultura
Jumlah penangkar benih tanaman hortikultura pada tahun 2016 adalah 8 penangkar. Apabila dibandingkan dengan target sebesar 9 penangkar maka pencapaian kinerja sebesar 88,89 %.
Gambar bibit mangga setelah penyambungan
Sasaran 2 : “Terlaksananya Pembinaan Pemanfaatan Teknologi Budidaya kepada kelompok tani”
Sasaran tersebut diatas mempunyai indikator kinerja Jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya. Pada dasarnya Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang memberikan tingkat pelayanan yang paling dapat diterima secara teknis, sosial dan lingkungan dengan tingkat biaya yang paling murah. Namun mengingat kondisi setempat, adakalanya diperlukan teknologi yang tidak murah bila memang sesuai dengan kondisi setempat.
Persyaratan teknologi tepat guna adalah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat; merupakan hasil rekayasa praktis yang mudah diterapkan; efektif dan efisien; ekonomis dan pemeliharaannya mudah; memanfaatkan sumber daya yang ada; mudah dioperasikan oleh pemakai; dibuat sesuai kebutuhan serta mudah dikembangkan.
Dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan telah menerapkan teknologi tepat guna dalam rangka meningkatkan produksi, produktivitas tanaman pangan dan hortikultura dengan tetap mempertahankan aspek-aspek ramah lingkungan diantaranya melalui Optimasi lahan, teknologi SRI (System of Rice Intensification), sistem Tanam jajar Legowo, penerapan Agensi Hayati sebagai musuh alami hama dan penyakit tanaman serta pengendalian hama secara terpadu pada tanaman pangan dan hortikultura.
Pada tahun 2016 pencapaian kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya sebesar 21 kelompok tani atau telah melampaui target yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pertania Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 8 kelompok tani (162,50%)
Sasaran 3 : “Terlaksananya Pembinaan Pemanfaatan agensi hayati kepada petani”
Sasaran tersebut diatas mempunyai indikator kinerja Jumlah pos pelayanan agensia hayati. Ketersediaan agensi hayati sebagai musuh alami hama dan penyakit di alam yang melimpah tentu menjadi potensi yang sangat besar. Hal ini perlu diketahui dan terus disebar luaskan kepada petani, penyuluh, dan stakeholder pertanian lainnya dalam rangka penerapan pertanian yang ramah lingkungan. Keberadaan Pos Pelayanan Agensi Hayati ini diharapkan tidak hanya melayani anggotanya saja tetapi juga melayani para petani secara umum bahkan dari luar daerah.
Pada tahun 2016 pencapaian jumlah pos pelayanan agensi hayati sebesar 15 unit atau telah melampaui target yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pertania Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 11 unit (36,36%)
Sasaran 4 : “Terlaksananya Pembinaan usaha agribisnis kepada kelompok tani”
Sasaran tersebut diatas mempunyai indikator kinerja Jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis. Sistem Agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani yang saling terkait satu sama lain atau merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan selaku SKPD yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pembangunan di bidang pertanian bukan hanya melaksanakan kegiatan budidaya (on farm) tetapi juga sekaligus bertanggung jawab  membina kelompok tani untuk mampu beragribisnis. Pada tahun 2016 pencapaian Jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis sebesar 22 kelompok tani atau telah melampaui target yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pertania Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 27 kelompok tani (18,52%)
Adapun prestasi yang diraih Dinas Pertanian Tanaman Pangan pada tahun 2016 adalah
1. Pemenang Pertama Produk segar berdaya saing pada lomba agribisnis tanaman pangan dan hortikultura tingkat provinsi Jawa Timur
2. Pemenang lomba pencapaian target luas tanam padi MT Oktober - Maret 2015/2016
Gambar 1. Penerimaan penghargaan oleh bpk. Wakil Gubernur Jawa Timur dalam rangka lomba agribisnis tanaman pangan dan hortikultura tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2016
BAB  IV.  PENUTUP
A. Simpulan
Sebagaimana yang telah diungkapkan diatas, bahwa manfaat yang dapat dirasakan langsung olah masyarakat terhadap pelaksanaan program Dinas Pertanian Tanaman Pangan pada tahun 2016 adalah adanya peningkatan dan pengembangan usaha pertanian. Salah satu kunci utama penentu keberhasilan ini adalah adanya komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder untuk menfokuskan sumber daya dan dana dalam melaksanakan program dan kegiatan yang ditetapkan pada tahun 2016.
LKjlP Dinas Pertanian Tanaman Pangan  tahun 2016 ini mengupayakan melaporkan suatu capaian kinerja (Performance Result) selama tahun 2016 sebagai tahun keempat Rencana Strategis (Strategic Plan) Dinas Pertanian Tanaman Pangan tahun 2013-2018 yang dijabarkan dalam rencana kinerja tahun 2016 serta dibandingkan dengan rencana kinerja (Performance Plan) tahun sebelumnya dari core bussines  Dinas Pertanian Tanaman Pangan pada seluruh kegiatan yang terkait dengan tugas dan fungsi.
Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LKjlP) Dinas Pertanian Tanaman pangan Kabupaten Pasuruan merupakan suatu perwujudan transparansi dan akuntabilitas, karena Rencana Kinerja Tahun 2016 yang ditetapkan dengan Penetapan Kinerja Tahun 2016 merupakan pedoman yang digunakan dalam menyusun Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2016. Dengan menganalisa kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan tahun 2016 maka diharapkan adanya suatu langkah nyata untuk meningkatkan kualitas kinerja.  Kiranya Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LKjlP) tahun 2016 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja.
Sebagai kata akhir,  kami mengharapkan agar LKjIP tahun 2016 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas kami kepada para stakeholder dan sebagai sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja, serta dapat dijadikan acuan bagi pembangunan pertanian khususnya tanaman pangan dan hortikultura di masa yang akan datang.
B. Saran
Sesuai dengan hasil analisis  atas capaian kinerja 2016 kami merumuskan beberapa langkah penting sebagai strategi pemecahan masalah yang akan dijadikan masukan atau sebagai bahan pertimbangan  untuk merumuskan Rencana Kinerja tahun yang akan datang antara lain :
1. Perlu peningkatan komitmen bersama untuk menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah (SAKIP), sebagai instrument control yang obyektif dan transparan dalam merencanakan, menetapkan dan mengukur kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan sesuai dengan core bussines (ciri khas).
2. Dalam menetapkan target pada rencana kinerja tahunan kiranya harus membandingkan dari data tahun sebelumnya sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi karena berdasarkan analisis pengukuran kinerja masih ada capaian kinerja yang melebihi 100% dan kurang dari target 100%.
3. Kelayakan Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LKjlP) sebagai instrument punish and reward rnerupohcn mata rantai yang tidakh terpisahkan dari kesempurnaan instrument lainnya (renstra, indikator kinerja utama, penetapan kinerja dan evaluasi LKjlP) yang harus optimal.
4. Keterbukaan di dalam memberikan data untuk penyusunan Laporan Kinerja lnstansi
Pemerintah (LKjlP)
C. Penutup
Demikian Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah Dinas Pertanian Tanaman Pangan sebagai realisasi dari Program Kerja Tahun 2016.  Realisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan yang diuraikan dalam laporan ini adalah merupakan hasil kerja keras dari semua unsur yang terkait mulai dari Pimpinan, Pejabat Struktural serta seluruh Staf, yang telah berupaya seoptimal mungkin untuk mencapai target sesuai program kerja yang telah tersusun.
Namun demikian kami menyadari masih ada beberapa program kerja yang belum dapat diselesaikan secara optimal dengan target yang diprogramkan. Akan tetapi secara umum pelaksanaan tugas pokok  keseluruhan telah sesuai dengan rencana dan sasaran yang telah ditetapkan, sebagaimana dijelaskan di atas.
Semoga Laporan ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam peningkatan kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan di masa yang akan datang, juga diharapkan dapat berperan serta sebagai barometer dalam penilaian kualitas kinerja serta sebagai alat pendorong untuk terwujudnya pemerintah yang bersih dan berwibawa (clean and good government) serta dapat menjadi salah satu dokumen yang bermanfaat untuk penyusunan perencanaan program kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan.

Read more ...

RENJA 2017

There are no translations available.

KATA  PENGANTAR

Berbagai upaya pembangunan di bidang pertanian telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pertanian sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mempunyai tupoksi membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintah di Bidang Pertanian dan Perkebunan. Dalam melaksanakan pembangunan perlu disusun suatu rencana kerja sebagai acuan dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD selama satu tahun serta memberikan gambaran konsistensi program dan sinkronisasi pencapaian sasaran strategis.

Rencana Kerja tahun 2017 ini merupakan perencanaan kinerja tahun pertama bagi Dinas Pertanian setelah digabung dengan Bidang Perkebunan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Dengan tersusunnya Rencana kerja Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan tahun 2017 ini dapat digunakan sebagai dasar pijakan bersama dalam melaksanakan pembangunan pertanian di Kabupaten Pasuruan.

Demikian, semoga bermanfaat dan diharapkan dapat membantu semua pihak untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

 

BAB II. evaluasi pelaksanaan Rencana kinerja tahun lalu

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pertanian Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Pertanian

Pengukuran capaian kinerja tahun 2015 dapat dilihat pada data yang meliputi capaian produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, produksi tanaman perkebunan, jumlah penangkar benih tanaman pangan, jumlah penangkar benih tanaman hortikultura, jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya, jumlah Pos Pelayanan Agensia Hayati dan jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis.  Tanaman pangan meliputi komoditas padi, jagung dan kedelai. Tanaman hortikultura meliputi kentang, paprika, mangga, apel, durian, krisan dan sedap malam. Sedangkan tanaman perkebunan meliputi tebu, kelapa, kopi, cengkeh, kapuk randu dan kenanga.

I. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan

a) Produksi dan Produktivitas Tanaman padi

Produksi padi pada tahun 2015 sebesar 722.642 ton, lebih tinggi 61.321 ton atau 9,27% dari tahun 2014 sebesar 661.321 ton. Apabila dibandingkan dengan target produksi tahun 2015 sebesar 563.257 ton, produksi tahun 2015 telah melampaui target sebesar 159.385 ton atau 28,30%. Jika dibandingkan dengan total produksi padi provinsi Jawa Timur sebesar 13.154.967 ton, maka Kabupaten Pasuruan memberikan kontribusi sebesar 5,49%. Peningkatan produksi ini terutama disebabkan oleh peningkatan luas panen padi dari 98.089 ha pada tahun 2014 menjadi 106.307 ha pada tahun 2015. Peningkatan luas panen disebabkan adanya  peningkatan indeks pertanaman pada daerah yang memperoleh pembangunan/rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi sumur dangkal serta bantuan pompa air yang bersumber dari APBN.

Produktivitas padi di tahun 2015 sebesar 67,98 Kw/Ha, lebih tinggi 0,56 kw/ha atau 0,82% dari realisasi pada tahun 2014 yaitu sebesar 67,42  kw/ha.  Jika dibandingkan dengan target produktivitas sebesar 64,88 kw/ha maka telah melampaui target sebesar 3,1 kw/ha (4,78%).  Jika dibandingkan dengan produktivitas Provinsi Jawa Timur sebesar 61,13 kw/ha, maka telah melampaui sebesar 6,85 kw/ha. Peningkatan  ini lebih disebabkan adanya Penerapan Pupuk berimbang di lapang, ketersediaan benih unggul bermutu, aplikasi teknologi tepat guna, ketersedian Alsintan serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu

b) Produksi dan  Produktivitas tanaman jagung

Produksi jagung tahun 2015 sebesar 250.518 ton, lebih tinggi 16.895 ton atau 7,23 % jika dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2014 yang sebesar 233.623 ton. Apabila dibandingkan dengan target produksi sebesar 166.780 ton, maka produksi tahun 2015 telah melampaui target sebesar 83.738 ton atau 50,21%. Pada tahun 2015 capaian produksi Jagung provinsi Jawa Timur sebesar 6.131.163 ton sehingga Kabupaten Pasuruan memberikan kontribusi sebesar 4,09%. peningkatan produksi jagung yang cukup besar ini terutama disebabkan oleh peningkatan produktivitas jagung.

Produktivitas jagung di tahun 2015 sebesar 56,50 kw/ha, lebih tinggi 7,35 kw/ha atau 14,95% jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2014 yang mencapai 49,15 Kw/Ha. Apabila dibandingkan dengan target produktivitas sebesar 41,24 kw/ha maka capaian ini sudah melampaui sebesar 15,26 kw/ha (37%).  Pada tahun 2015 produktivitas jagung Provinsi Jawa Timur sebesar 50,52 kw/ha sehingga capaian Kabupaten Pasuruan telah melampaui 5,98 kw/ha (11,84%). Peningkatan ini disebabkan adanya subsidi benih jagung hibrida kepada para petani melalui kegiatan GPPTT (Gerakan Penerapan  Pengelolaan Tanaman Terpadu), penerapan pupuk berimbang, ketersediaan alat mesin pertanian, pengembangan penggunaan pupuk organik/alternatif serta pengendalian organisme pengganggu tanaman sejak dini.

c) Produksi dan Produktivitas tanaman  kedelai

Produksi kedelai tahun 2015 sebesar 14.334 ton atau lebih rendah 6.626 ton (31,61%) jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 sebesar 20.960 ton. Jika dibandingkan dengan target sebesar 19.581 maka capaian ini juga lebih rendah 5.247 ton (26,80%). Secara umum capaian produksi kedelai Provinsi Jawa Timur juga menurun hanya sebesar 344.998 ton sehingga Kabupaten Pasuruan memberikan kontribusi sebesar 4,16%. Penurunan produksi tanaman kedelai ini terutama disebabkan oleh penurunan luas panen sebesar 6.328 ha (45,99%) karena adanya alih pola tanam dari tanaman kedelai beralih menanam padi dan jagung sebagai pengaruh  adanya bantuan pompa air, rehabilitasi jaringan irigasi dan rehabilitasi irigasi tanah dangkal program UPSUS swasembada pangan yang bersumber dari APBN.  Namun demikian produktivitas kedelai di tahun 2015 meningkat cukup signifikan.

Produktivitas kedelai di tahun 2015 sebesar 19,28 kw/ha lebih tinggi 4,05 kw/ha atau 26,66% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 yang mencapai 15,23 Kw/Ha. Berdasarkan target produktivitas sebesar 14,26 kw/ha maka capaian ini lebih tinggi 5,02 kw/ha (35,20%). Pada tahun 2015 capaian produktivitas kedelai provinsi Jawa Timur sebesar 16,58 kw/ha sehingga capaian Kabupaten Pasuruan telah melampaui sebesar 2,7 kw/ha (16,28%). Peningkatan produktivitas ini disebabkan adanya program PAT- PIP (Perluasan Areal Tanaman – Peningkatan Indeks Pertanaman) kedele berupa paket saprodi (benih, pupuk NPK, pupuk petrobio, pestisida dan herbisida) yang bersumber dari APBN.

II. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Hortikultura

a) Produksi dan Produktivitas kentang

Produksi Kentang tahun 2015 adalah sebesar 122.180 ton, lebih tinggi 76 ton atau 0,06 % jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 sebesar 122.104 ton. Jika dibandingkan dengan target produksi sebesar 56.918 ton maka realisasi ini lebih tinggi 65.262 ton (114,65%). Peningkatan produksi ini utamanya disebabkan adanya peningkatan produktivitas kentang.

Produktivitas kentang di tahun 2015 sebesar 269,65 Kw/Ha, lebih tinggi 37,16 kw/ha atau 15,98% Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 sebesar 232,49 Kw/ha. Jika dibandingkan dengan target tahun 2015 sebesar 163,44 kw/ha maka capaiannya telah melampaui sebesar 106,21 kw/ha (64,98%). Peningkatan produktivitas ini disebabkan adanya bantuan benih kentang bermutu secara kontinyu kepada kelompok tani dan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) melalui kegiatan yang bersumber dari APBD Kabupaten serta SL GAP (Sekolah Lapang Good Agriculture Practices) yang bersumber dari APBN.

b) Produksi dan  Produktivitas Paprika

Produksi paprika tahun 2015 adalah sebesar 1.461 ton, lebih tinggi 1.272 ton atau 673,02% jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 yang mencapai 189 ton. Capaian ini juga telah melampaui target sebesar 1.272 ton (673,02%) dari yang ditetapkan sebesar 189 ton. Peningkatan produksi paprika utamanya disebabkan adanya peningkatan luas panen sebesar 73 ha (663,64%) pada tahun 2014 sebesar 11 ha meningkat menjadi 84 ha pada tahun 2015. Luas panen yang tingi disebabkan Harga paprika yang relatif mahal menyebabkan petani berminat menanam paprika.

Produktivitas paprika di tahun 2015 sebesar 173,90 Kw/Ha, lebih tinggi 1,90 kw/ha atau 1,1%  Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang mencapai 172 Kw/ha. Apabila dibandingkan dengan target sebesar 102,68 kw/ha maka capaian ini telah melampaui target sebesar 71,22 kw/ha (69,36%). Peningkatan produktivitas ini disebabkan adanya bantuan jaringan irigasi tetes dan benih paprika yang bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan.

c) Produksi dan Produktivitas buah durian

Produksi durian tahun 2015 adalah sebesar 86.921 ton, lebih tinggi 938 ton atau 1,09% jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 yang mencapai 85.983 ton. Apabila dibandingkan dengan target sebesar 52.731 ton maka telah melampaui target sebesar 44.190 ton (83,80%). Peningkatan produksi durian utamanya disebabkan adanya peningkatan produktivitas durian.

Produktivitas durian di tahun 2015 sebesar 123,79 Kg/phn, lebih tinggi sebesar 7,79 kg/phn atau  sebesar 6,72% Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang mencapai 116 Kg/phn. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target sebesar 16,21 kg/phn (15,07%) dari target yang ditetapkan sebesar 107,58 kg/phn. Peningkatan produktivitas ini disebabkan agroklimat yang sesuai pada tahun 2015.

d) Produksi dan Produktivitas buah mangga

Produksi mangga tahun 2015 adalah sebesar 188.259 ton, lebih tinggi 4.406 ton atau 2,40% apabila dibandingkan dengan produksi tahun 2014 sebesar 183.853 ton. Jika dibandingkan dengan target sebesar 84.424 ton, maka telah melampaui sebesar 103.835 ton (122,99%). Peningkatan produksi mangga yang cukup signifikan tersebut utamanya disebabkan adanya peningkatan jumlah pohon mangga yang produktif (Luas panen).

Produktivitas mangga di tahun 2015 sebesar 71,97 Kg/phn, lebih tinggi 0,97 kg/phn atau 1,37% Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 sebesar 71 Kg/phn. Apabila dibandingkan dengan target sebesar 50,41 kg/phn maka telah melampaui 21,56 kg/phn (42,77%). Peningkatan produktivitas ini disebabkan adanya pengembangan sentra kawasan mangga gadung klon 21 secara kontinyu dan berkelanjutan melalui bantuan paklobutrazol yang bersumber dari APBD kab Pasuruan.

e) Produksi dan Produktivitas buah apel

Produksi Apel tahun 2015 sebesar 150.059 ton, lebih tinggi 8.990 ton atau 6,37% jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 yang sebesar 141.069 ton. Target tahun 2015 sebesar 74.183 ton telah dilampaui sebesar 75.876 ton (102,82%). Peningkatan produksi ini utamanya disebabkan oleh adanya peningkatan Luas panen apel (Jumlah pohon yang roduktif).

Produktivitas apel di tahun 2015 sebesar 51,89 Kg/phn, lebih tinggi sebesar 0,17 kg/phn atau 0,33% Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 sebesar 51,72 Kg/phn. Sedangkan jika dibandingkan dengan target sebesar 34,56 kg/phn maka capaian ini telah melampaui sebesar 17,33 kg/phn (50,15%). Peningkatan ini disebabkan penerapan pupuk berimbang, Pengendalian organisme pengganggu tanaman sejak dini melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SL – PHT) serta sekolah lapang Agensia hayati (SL-AH) yang bersumber dari APBD Kabupaten.

f) Produksi dan Produktivitas bunga sedap malam

Produksi Bunga Sedap Malam tahun 2015 sebesar 65.015.453 tangkai, lebih tinggi 2.663.003 tangkai atau 4,27% jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 yang sebanyak 62.352.450 tangkai. Apabila dibandingkan dengan target produksi pada tahun 2015 sebesar 31.507.767 tangkai maka capaian ini lebih tinggi 33.507.686 tangkai (106,35%). Peningkatan produksi ini utamanya dipengaruhi oleh peningkatan luas panen dan produktivitas tanaman.

Produktivitas sedap malam di tahun 2015 sebesar 9,20 tangkai/m2, lebih tinggi 0,18 tangkai/m2 atau 1,99% Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 sebesar 9,02 tangkai/m2.  Apabila dibandingkan dengan target tahun 2015 sebesar 7,07 tangkai/m2 maka telah melampaui target sebesar 2,13 tangkai/m2 (30,13%). Peningkatan produktivitas ini disebabkan oleh pengendalian organisme pengganggu tanaman sejak dini serta penggunaan varietas unggul yang sudah beradaptasi dengan lingkungan sehingga pertumbuhan tanaman optimal dan mempunyai hasil yang tinggi.

g) Produksi dan Produktivitas bunga krisan

Produksi Bunga Krisan tahun 2015 adalah sebesar 74.330.000 tangkai, lebih tinggi 23.189.000 tangkai atau 45,34% jika dibandingkan dengan produksi tahun 2014 sebanyak 51.141.000 tangkai. Jika dibandingkan dengan target sebesar 15.451.441 tangkai maka telah melampaui target sebesar 58.878.559 tangkai (381,05%). Peningkatan produksi bunga krisan ini utamanya disebabkan peningkatan luas panen.  Peningkatan luas panen krisan disebabkan adanya pengembangan kawasan krisan secara kontinyu yang bersumber dari anggaran APBN.

Produktivitas krisan di tahun 2015 sebesar 58,99 tangkai/m2, lebih tinggi 0,21 tangkai/m2 atau 0,36% Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang mencapai 58,78 tangkai/m2 dan lebih tinggi 7,49. tangkai/m2 (14,54%) dari target sebesar 51,50 tangkai/m2. Peningkatan produktivitas krisan ini disebabkan oleh pengairan yang intensif dan pemberian pupuk(nutrisi) melalui jaringan irigasi tetes dan penggunaan varitas unggul yang sesuai dengan iklim setempat. dan bantuan jaringan irigasi tetes secara kontinyu dan berkelanjutan kepada kelompok tani yang bersumber dari anggaran APBD Kabupaten.

III. Produksi Tanaman Perkebunan

Pada tahun 2015 Produksi tanaman perkebunan yang dihasilkan mencapai 30.332,49 ton. Produksi tanaman perkebunan tahun 2015 bila dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 26.519,68 ton , maka produksi tanaman perkebunan tahun 2015 mengalami kenaikan  sebesar 3.812,81 ton atau 14,37 %. Peningkatan produksi tanaman perkebunan, secara signifikan dipengaruhi oleh meningkatnya produksi tanaman tebu, karena adanya penambahan luas areal tanaman tebu pada tahun 2015 sebesar 5.425,35 Ha. Produksi Tanaman perkebunan 2015 secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 4. Perkembangan produksi perkebunan Tahun 2013 2015

No

Komoditi

Tahun 2013

Tahun 2014

Tahun 2015

Target (ton)

Realisasi (ton)

Target (ton)

Realisasi (ton)

Target (ton)

Realisasi (ton)

1.

Kelapa

2.640

2.622,82

2.100,00

2.589,30

2.102,00

2.590,20

2.

Kopi

1.010

1.176,90

1.178,00

1.183,13

1.180,00

1.283,13

3.

Cengkeh

287

301,70

303,00

303,40

305,00

343,50

4.

Kapuk Randu

4.520

4.483,85

3.020,00

3.019,10

3.025,00

3.000,25

5.

Jambu Mete

293

288,77

-

-

-

-

6.

Kenanga

670

656,35

375,00

650,25

377,00

667,15

7.

Tebu

24.636

24.080,65

16.700,00

18.774,50

17.035,00

22.483,16

8.

Temulawak

1.557

2.923,37

-

-

-

-

9.

Kunyit

2.562

3.317,32

-

-

-

-

10.

Jahe

2.827

3.189,41

-

-

-

-

Jumlah

41.000,00

43.007,14

23.676,00

25.498.38

24.024,00

30.367,39

a. Produksi Tanaman Tebu (Mitra Perusahaan)

Dalam rangka upaya peningkatan dan pengembangan produksi tanaman tebu rakyat dilakukan kolaborasi antara  petanitebu dengan pihak  Pabrik Gula sebagai mitra kerja. Pola kemitraan ini terkait aspek teknis budidaya dan pengolahan tebu petani untuk menjadi kristal gula, serta sebagai fasilitator untuk penguatan kelembagaan kelompok petani dengan melalui sosialisai dan pembinaan kepada petani. Disamping itu Pemerintah Kabupaten Pasuruan berperan sebagai penanggung jawab program dan fasilitator kemitraan antara pabrik gula dengan petani yang melalui forum. PG. Kedawung dan PG. Candi Baru merupakan mitra kerja petani tebu di wilayah Kabupaten Pasuruan.

P

Produksi gula tahun 2015 mencapai 22.483,16 ton, lebih tinggi 3.708,66 ton atau 19,75 %  bila dibandingkan dengan produksi tahun 2014 sebesar 18.774,50 ton.Produksi gula tahun 2015 yang dihasilkan  memenuhi target yang ditentukan sebesar 17.035 ton atau 31,98% . Kenaikan produksi gula ini, disebabkan seperti yang telah diuraikan diatas karena adanya perkembangan luas areal sehingga mempengaruhi produksi kwintal tebu dan Kristal gula . Perluasan tanaman tebu rakyat seluas 42,44 ha atau secara jumlah keseluruhan luas areal tebu tahun 2015 sebesar 5.425,35 ha.  Sedangkan luas areal tanaman tebu tahun 2014 seluas 5.382,91 ha.atau mengalami kenaikan sebesar 0,78 %.

b. Produksi Tanaman Kelapa

Produksi tanaman Kelapa mencapai 2.590,20 ton. mengalami kenaikan 0.9 ton atau 0.03,31 % dari produksi kelapa tahun 2014 sebesar 2.589,30 ton. Produksi Kelapa tahun 2015, jika dibandingkan dengan target kinerja tahun 2015  sebesar 2.102 ton, mengalami kenaikan sebesar 23,18 %. Produksi kelapa tahun 2015 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2014 banyaknya tanaman tua yang secara teknis sudah mengalami perubahan sehingga mempengaruhi perbaikan produksi, disamping itu secara berkala melalui dinas terkait telah melakukan pembinaan teknis intensifikasi kepada petani kelapa, serta melakukan kegiatan pengembangan tanaman kelapa sebagai upaya untuk memperbanyak populasi. Untuk mengetahui tingkat perkembangan produksi Kelapa tahun 2013 – 2014 sebagaimana pada gambar grafik.

c. Produksi Kopi

Produksi tanaman  Kopi di Kabupaten Pasuruan tahun 2015 sebesar 1.283,13 ton. mengalami kenaikan sebesar 100 ton atau 8,45 % bila dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar 1.183,13 ton. Demikian pula bila produksi kopi dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebesar 1.180 ton telah tercapai atau melebihi target sebesar 103,13 ton (8,73%).Komoditas kopi di Kabupaten Pasuruan ,merupakan Komoditi yang potensial dan sekaligus merupakan komoditi unggulan.Kenaikan produksi kopi di Kabupaten pasuruan disebabkan karena semakin intens para petani dalam melakukan budidaya tanaman kopi, serta adanya perbaikan harga kopi yang semakin menjanjikan.

d. Produksi  Cengkeh

Populasi tanaman Cengkeh di kabupaten Pasuruan sebagian besar tersebar pada daerah dataran tinggi.  Produksi cengkeh tahun 2015  sebesar 343,50 ton lebih tinggi 40,10 ton dari produksi tahun 2014 sebesar 303,40 ton atau 13,21 %. Pertumbuhan produksi ini, disinyalir ada sebagian petani cengkeh mulai berminat kembali untuk budidaya tanaman cengkeh, melihat nilai ekonomi dari tanaman cengkeh cukup mempunyai prospek, sehingga program dan kegiatan intensifikasi pada lahan cengkeh rakyattelah dilaksanakan secara optimal. Apabila dibandingkan dengan target produksi cengkeh tahun 2015 sebesar 305 ton maka terjadi kenaikan 38.50 ton atau 12,62%.

e. Produksi Kapuk Randu

Tahun 2015 Produksi tanaman Kapuk Randu sebesar 3.019,10 ton,  lebih rendah 1.464,75 ton dari tahun 2013 sebesar 4.483,85 ton. Demikian juga produksi tanamam Kapuk Randu belum memenuhi target yang telah ditentukan yaitu sebesar 3.020 ton. Belum tercapainya target produksi ini disebabkan oleh meningkatnya penebangan tanaman kapuk randu untuk bahan bangunan. Namun demikian pada tahun 2014 sudah dilakukan upaya penanaman kembali dengan jenis unggul, sedang tingkat perkembangan produksi Kapuk Randu tahun 2013-2014.

f. Produksi Kenanga

Tanaman bunga kenanga, merupakan bagian tanaman perkebunan yang mempunyai  nilai ekonomis, karena bunga kenanga merupakan bahan baku untuk pembuatan alat kosmetik dan minyak kenanga. Produksi bunga kenanga tahun 2015 mencapai 667,15 ton atau mengalami kenaikan sebesar 16,90 ton (2,59 %) dari produksi tahun 2014 sebesar 650,25 ton. Target produksi yang ditetapkan tahun 2015 yaitu sebesar 377 ton, sehingga produksi tahun 2014  telah memenuhi target. Kenaikan produksi bunga kenanga  tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 disebabkan banyak  tanaman  kenanga  yang mengalami pertumbuhan secara vegetatif dan generatif.

a. Jumlah Penangkar benih tanaman pangan

Jumlah Penangkar benih tanaman pangan dan hortikultura dari Tahun 2012 – 2015

Ketersediaan benih bermutu tanaman pangan dan hortikultura yang cukup dan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan petani mempunyai peranan yang sangat menentukan terhadap peningkatan produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu indikator ketersediaan benih bermutu tanaman pangan dan hortikultura tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah penangkar yang memproduksi benih bermutu di Kabupaten Pasuruan. Total jumlah penangkar benih bermutu tahun 2015 mencapai 27 penangkar terdiri dari 18 penangkar benih tanaman pangan dan 9 penangkar benih tanaman hortikultura. Apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 maka penangkar benih tanaman pangan mengalami peningkatan sejumlah 5 penangkar, sedangkan penangkar benih tanaman hortikultura mengalami penurunan sebesar 3 penangkar. Jika dibandingkan dengan target untuk penangkar benih tanaman pangan yaitu sejumlah 16 penangkar maka realisasi lebih tinggi 2 penangkar. Sedangkan target untuk penangkar benih tanaman hortikultura sejumlah 8 penangkar maka realisasi lebih tinggi 1 penangkar.

b. Data Kelompok  Tani Yang Dibina Dalam Pemanfaatan Teknologi

Jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi  dari tahun 2012 – 2015

Pada dasarnya Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang memberikan tingkat pelayanan yang paling dapat diterima secara teknis, sosial dan lingkungan dengan tingkat biaya yang paling murah. Namun mengingat kondisi setempat, adakalanya diperlukan teknologi yang tidak murah bila memang sesuai dengan kondisi setempat.  Persyaratan teknologi tepat guna adalah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat; merupakan hasil rekayasa praktis yang mudah diterapkan; efektif dan efisien; ekonomis dan pemeliharaannya mudah; memanfaatkan sumber daya yang ada; mudah dioperasikan oleh pemakai; dibuat sesuai kebutuhan serta mudah dikembangkan.

Dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan telah menerapkan teknologi tepat guna dalam rangka meningkatkan produksi, produktivitas tanaman pangan dan hortikultura dengan tetap mempertahankan aspek-aspek ramah lingkungan diantaranya melalui Optimasi lahan, teknologi SRI (System of Rice Intensification), sistem Tanam jajar Legowo, penerapan Agensi Hayati sebagai musuh alami hama dan penyakit tanaman serta pengendalian hama secara terpadu pada tanaman pangan dan hortikultura.

Adapun jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam penerapan teknologi tersebut di atas pada tahun 2015 adalah sebesar 64 kelompok tani lebih tinggi 58 kelompok tani jika dibandingkan dengan target sebesar 6 kelompok tani.

c. Data Jumlah PPAH (Pos Pelayanan Agensi Hayati)

Ketersediaan agensi hayati sebagai musuh alami hama dan penyakit di alam yang melimpah tentu menjadi potensi yang sangat besar. Hal ini perlu diketahui dan terus disebar luaskan kepada petani, penyuluh, dan stakeholder pertanian lainnya dalam rangka penerapan pertanian yang ramah lingkungan. Keberadaan Pos Pelayanan Agensi Hayati ini diharapkan tidak hanya melayani anggotanya saja tetapi juga melayani para petani secara umum bahkan dari luar daerah.

Jumlah Pos Pelayanan Agensi Hayati di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2015 sebanyak 16 Unit melampaui target yang ditetapkan sebesar 10 unit.

d. Data Kelompok Tani yang Dibina di Bidang Agribisnis

Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan. Sistem Agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani yang saling terkait satu sama lain atau merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan selaku SKPD yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pembangunan di bidang pertanian bukan hanya melaksanakan kegiatan budidaya (on farm) tetapi juga sekaligus bertanggung jawab  membina kelompok tani untuk mampu beragribisnis.

Pada tahun 2015 jumlah kelompok tani yang telah dibina dalam hal agribisnis adalah sejumlah 30 Kelompok tani lebih besar 6 kelompok tani dari target yang ditetapkan sebesar 24 kelompok tani.  Pembinaan ini berupa pelatihan pasca panen dan pengolahan terhadap hasil-hasil pertanian serta pembinaan terhadap kelompok tani dalam rangka mengkuti lomba agribisnis baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

Adapun prestasi yang diraih Dinas Pertanian pada tahun 2015 adalah Pemenang Pertama Lomba Agribisnis tanaman pangan  tingkat provinsi Jawa Timur atas nama Kelompok Tani Rukun Makmur desa Watestani kec Nguling untuk komoditas jagung.

Gambar 2.  Penerimaan penghargaan oleh bpk. gubernur Jawa Timur dalam rangka lomba agribis tanaman pangan (jagung) tingkat provinsi tahun 2015

 

 


Di dalam melaksanakan pembangunan pada Dinas Pertanian didukung oleh program dan kegiatan yang melekat pada anggaran belanja langsung tahun 2015 sebesar Rp. 37.840.476.239 realisasi anggaran belanja langsung tahun 2015 pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan sebesar Rp. 14.308.530.400 atau 37,81%. secara rinci  dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2015

a. Bidang Pertanian

Program/Kegia

tan

Indikator Kinerja

(Hsl/Keluaran)

Anggaran (Rp.000)

Kinerja

Target

Realisasi

%

Target

Realisasi

%

PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Persentase laporan / kegiatan rutin yang diselesaikan tepat waktu

847.734.239

525.942.086

62,04

100%

100%

100

Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

Tersedianya, telepon, listrik, air

134.500.000

81.561.048

60,64

12 bulan

12 bulan

100

Penyediaan jasa administrasi keuangan

Tersedianya jasa administrasi keuangan

87.715.000

72.690.000

82,87

12 bulan

12 bulan

100

Penyediaan jasa kebersihan kantor

Tersedianya honor tenaga kebersihan kantor dan honor tenaga kontrak

33.466.000

32.571.300

97,33

12 bulan

12 bulan

100

Penyediaan ATK

Tersedianya Alat Tulis kantor

27.250.000

23.432.000

85,99

12 bulan

12 bulan

100

Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

Tersedianya barang cetakan/copy, biaya penggandaan

55.741.600

42.809.200

76,80

12 bulan

12 bulan

100

Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

Tersedianya Peralatan dan perlengkapan kantor

4.575.000

4.375.000

95,63

1 paket

1 paket

100

Penyediaan makanan dan minuman

Tersedianya makanan dan minuman konsumsi rapat dan/atau tamu dinas

31.152.000

20.775.000

66,69

12 bulan

12 bulan

100

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

Tersedianya anggaran perjln dinas luar daerah

147.619.279

141.994.538

96,19

12 bulan

12 bulan

100

Penyediaan jasa perkantoran

Tersedianya Jasa Perkantoran (Benda Pos dll.)

314.750.000

95.184.000

30,24

12 bulan

12 bulan

100

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah

Tersedianya anggaran perjln dinas dalam daerah

10.965.360

10.550.000

96,21

12 bulan

12 bulan

100

PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR

Persentase peningkatan sarana dan prasarana yang memenuhi syarat terhadap sarana prasarana yang harus tersedia

2.300.861.500

1.775.575.989

77,17

100%

100%

100

Pembanguna Gedung Kantor

Jumlah gedung kantor yang dibangun

30.755.000

30.007.000

97,57

1 paket

1 paket

100

Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional

Terlaksananya Pengadaan kendaraan dinas roda

675.140.000

622.239.000

92,16

21 unit

21 unit

100

Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

Terlaksananya Pengadaan Perlengkapan Kantor

108.375.000

82.540.800

76,16

2 paket

2 paket

100

Pengadaan Peralatan Kantor

Terlaksananya Pengadaan Peralatan Kantor

399.670.000

175.963.000

44,03

5 paket

3 paket

60

Pemeliharaan Rutin / berkala Gedung Kantor

Terlaksananya Pemeliharaan gedung kantor

715.665.000

645.684.000

90,22

1 paket

1 paket

100

Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional

Terlaksananya Pemeliharaan kendaraan dinas

318.706.500

189.092.189

59,33

5 unit

5 unit

100

Pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan rumah jabatan / dinas

Terlaksananya Pemeliharaan perlengkapan rumah jabatan/dinas

14.250.000

13.250.000

92,98

2 paket

2 paket

100

Pemeliharaan rutin / berkala peralatan kantor

Terlaksananya Pemeliharaan peralatan kantor

38.300.000

16.800.000

43,86

12 bulan

12 bulan

100

PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR

Persentase jumlah pegawai yang lulus tes kualifikasi

5.367.600

-

0,00

100%

-

0

Pendidikan dan Pelatihan Formal

Jumlah pegawai yang mengikuti diklat

5.367.600

-

0,00

2 orang

-

0

PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN KEUANGAN

Persentase usulan kegiatan yang terakomodir

11.040.000

9.960.000

90,22

100%

100%

100

Pelaksanaan Forum SKPD

Terlaksanya Kegiatan Forum SKPD

11.040.000

9.960.000

90,22

1 kali

1 kali

100

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

Jumlah kelompok tani yang dibina di bidang agribisnis

539.640.100

338.735.550

62,77

24 klp tani

30 klp tani

125

Pelatihan petani dan pelaku agribisnis

Jumlah petani yang mengikuti pelatihan agribisnis

89.994.000

87.485.600

97,21

40 petani

40 petani

100

Peningkatan kemampuan lembaga petani

Jumlah kelompok tani peserta lomba agribisnis pertanian

96.866.800

57.934.500

59,81

4 klp tani

1 klp tani

25

Water Resources and Irigation (WISMP-2)

Tersedianya administrasi kegiatan kelembagaan pengelolaan air irigasi

153.946.850

105.961.950

68,83

1 tahun

1 tahun

100

Pembinaan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA)

Jumlah kelompok tani sasaran pembinaan HIPPA

198.832.450

87.353.500

43,93

3 hippa

3 hippa

100

PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN PERTANIAN/ PERKEBUNAN

Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura

2.200.571.400

1.902.729.367

86,47

Padi 563.257 ton ; jagung 166.780 ton ; kedelai 19.581 ton ; kentang 56.918 ton; paprika 189 ton  ; durian 52.731 ton ; mangga 84.424 ton ; apel 74.183 ton ; sedap malam 31.507.767 tgk ; krisan 15.451.441 tgk

Padi 722.642 ton ; jagung 250.518 ton ; kedelai14.334 ton ; kentang 122.180 ton; paprika 1.461 ton  ; durian 86.921 ton ; mangga 188.259 ton ; apel 150.059 ton ; sedap malam 65.015.453 tgk ; krisan 74.330.000 tgk

Padi 128,30% ; jagung 150,21%  ; kedelai 73,20%  ; kentang 214,66% ; paprika 773,02%  ; durian 164,84%  ; mangga 222,99% ; apel 202,28% ; sedap malam 206,35%  ; krisan 481,06,18%

Penyusunan Data Base Potensi Produk Pangan

Dokumen data base potensi produk pangan dan hortikultura

139.717.500

125.387.000

89,74

4 paket

4 paket

100

Monitoring,Evaluasi dan Pelaporan Kebijakan Subsidi Pertanian

Lokasi monitoring serta evaluasi kebutuhan pupuk

90.787.900

47.818.840

52,67

24 kecamatan

24 kecamatan

100

Penanganan pasca panen dan Pengolahan hasil Pertanian

Jumlah peserta pelatihan pasca panen dan pengolahan hasilpertanian

309.196.200

269.784.000

87,25

40 orang

40 orang

100

Pengembangan Diversikfikasi Tanaman

Luas lahan yang digunakan untuk pengembangan tanaman gandum

66.713.300

55.252.500

82,82

10 Ha

10 Ha

100

Pengembangan Pertanian Pada Lahan Kering

Jml bibit jagung dan padi yang diberikan kpd klpk tani

-

-

0,00

550 kg

0 kg

-

Pengembangan Perbenihan/Perbibitan

Luas lahan pengembangan benih padi dan kedelai

174.182.000

162.439.690

93,26

5 Ha

5 ha

100

Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan

luas lahan yang digunakan untuk pengembangan tanaman padi padi organik

59.109.550

42.540.000

71,97

20 Ha

20 Ha

100

Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian

luas lahan yang  menggunakan benih kentang bermutu

503.903.500

498.846.800

99,00

4 Ha

4 Ha

100

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bioteknologi

Jumlah peserta sekolah lapang pengendalian OPT

115.368.700

86.746.600

75,19

4 klp tani

4 klp tani

100

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Budidaya

Jumlah sarana irigasi tetes yg diperuntukkan petani

469.212.500

450.782.000

96,07

2 unit

2 unit

100

Peningkatan Produksi,Produktivitas dan Mutu Produk Perkebunan,Produk Pertanian

Lokasi sosialisasi bantuan benih padi,jagung dan kedelai

258.987.000

152.121.537

58,74

24 kecamatan

24 kecamatan

100

Pengembangan Tanaman Sayuran Organik

Lokasi pengembangan tanaman sayuran organik

13.393.250

11.010.400

82,21

1 kecamatan

1 kecamatan

100

PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Persentase peningkatan sarana dan prasarana yang memenuhi syarat

13.005.000

9.324.800

71,70

100%

100%

100

Asuransi Gedung dan Kendaraan

Jumlah kendaraan bermotor yang diasuransikan

13.005.000

9.324.800

71,70

2 unit

2 unit

100

PROGRAM PENINGKATAN PEMASARAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN/PERKEBUNAN

Jumlah kelompok tani yang telah dibina di bidang agribisnis

4.925.437.500

743.867.500

15,10

24 klp tani

30 klp tani

125

Promosi atas hasil Produksi Pertanian/perkebunan Unggul Dearah

Frekuensi promosi produk unggulan

813.500.500

743.867.500

91,44

8 kali

10 kali

125

Pembangunan/Rehabilitasi Jalan Usaha Tani

Jumlah pembangunan / rehab jalan usaha tani

4.111.937.000

-

0,00

20 paket

0 Paket

-

PROGRAM PENINGKATAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN/ PERKEBUNAN

Jumlah klpk tani yang telah dibina dalam pemanfaatan teknologi budidaya

2.199.421.050

2.057.613.960

93,55

12 klp tani

12 klp tani

100

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna

Lokasi Sekolah lapang teknologi spesifik untuk menanggulangi OPT

185.373.000

163.761.400

88,34

24 kecamatan

24 kecamatan

100

Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/perkebunan Tepat Guna

Jumlah sarana teknologi yang diadakan

1.288.130.000

1.252.372.000

97,22

7 unit

7 unit

100

Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat guna

Lokasi SL teknologi untuk menanggulangi OPT

74.155.250

64.664.960

87,20

3 kecamatan

3 kecamatan

100

Pelatihan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Modern Bercocok Tanam

Jml paddy mower yang diberikan kepada kelompok tani

208.098.750

191.596.000

92,07

50 unit

50 unit

100

Konservasi Lahan untuk Tanaman Sayuran Kentang

Luas lahan yang digunakan untuk konservasi lahan

85.873.000

78.580.000

91,51

3 Ha

3 Ha

100

Sekolah Lapang Iklim

Jumlah petani peserta sekolah Lapang Iklim

128.848.050

86.104.200

66,83

75 orang

75 orang

100

Optimalisasi Alat Mesin Pertanian

Tersedianya administrasi untuk optimalisasi alsin pertanian

228.943.000

220.535.400

96,33

1 tahun

1 tahun

100

PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN/PERKEBUNAN

Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura

3.359.294.850

3.099.428.775

92,26

Padi 563.257 ton ; jagung 166.780 ton ; kedelai 19.581 ton ; kentang 56.918 ton; paprika 189 ton  ; durian 52.731 ton ; mangga 84.424 ton ; apel 74.183 ton ; sedap malam 31.507.767 tgk ; krisan 15.451.441 tgk

Padi 722.642 ton ; jagung 250.518 ton ; kedelai14.334 ton ; kentang 122.180 ton; paprika 1.461 ton  ; durian 86.921 ton ; mangga 188.259 ton ; apel 150.059 ton ; sedap malam 65.015.453 tgk ; krisan 74.330.000 tgk

Padi 128,30% ; jagung 150,21%  ; kedelai 73,20%  ; kentang 214,66% ; paprika 773,02%  ; durian 164,84%  ; mangga 222,99% ; apel 202,28% ; sedap malam 206,35%  ; krisan 481,06,18%

Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan

Jumlah kebun dinas Hortikultura yang dikelola

97.777.000

94.547.950

96,70

2 unit

2 unit

100

Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebuann

Lokasi kursus/pelatihan pembuatan bibit unggul durian

66.090.000

-

0,00

8 kec

8 kec

100

Pengelolaan Lahan dan Air

Terlaksananya Pengelolaan lahan dan air

248.464.200

174.956.700

70,42

1 paket

1 paket

100

Pengembangan Infrastruktur Usaha Tani Pertanian/Perekebunan

Jumlah jalan produksi Usaha Tani yang terbangun

2.456.965.000

2.397.242.000

97,57

13 paket

13 paket

100

Fasilitas Pengembangan Kawasan Agropolitan

Jumlah peserta pelatihan budidaya tanaman pangan dan hortikultura

38.747.000

21.862.500

56,42

30 orang

30 orang

100

Sosiaslisasi Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kentang

jumlah bibit kentang bermutu yang digunakan untuk lahan konservasi

206.725.000

192.677.200

93,20

10.000 kg

10.000 kg

100

Pengembangan Agribinis Hortikultura

Jumlah klpk tani yang menerima bibit tanaman horti

244.526.650

218.142.425

89,21

10 klp tani

10 klp tani

100

PROGRAM PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI PERTANIAN

Jumlah produksi tanaman pangan dan hortikultura (ton, tgk)

21.438.103.000

3.845.352.373

17,94

Padi 563.257 ton ; jagung 166.780 ton ; kedelai 19.581 ton ; kentang 56.918 ton; paprika 189 ton  ; durian 52.731 ton ; mangga 84.424 ton ; apel 74.183 ton ; sedap malam 31.507.767 tgk ; krisan 15.451.441 tgk

Padi 722.642 ton ; jagung 250.518 ton ; kedelai14.334 ton ; kentang 122.180 ton; paprika 1.461 ton  ; durian 86.921 ton ; mangga 188.259 ton ; apel 150.059 ton ; sedap malam 65.015.453 tgk ; krisan 74.330.000 tgk

Padi 128,30% ; jagung 150,21%  ; kedelai 73,20%  ; kentang 214,66% ; paprika 773,02%  ; durian 164,84%  ; mangga 222,99% ; apel 202,28% ; sedap malam 206,35%  ; krisan 481,06,18%

Pembangunan/Rehabilitasi Irigasi Tanah Dangkal

Jumlah irigasi tanah dangkal yang dibangun

4.170.840.000

3.845.352.373

92,20

30 paket

30 paket

100

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Jumlah irigasi tanah dangkal yang dibangun

3.722.831.000

-

0,00

5.138 meter

- meter

-

Pengembangan Jarinagn irigasi tersier

Jumlah irigasi tanah dangkal yang dibangun

5.489.004.000

-

0,00

7.635 meter

- meter

-

Irigasi Air Tanah

Jumlah irigasi tanah dangkal yang dibangun

8.055.428.000

-

0,00

45 unit

- unit

-

Jumlah

37.840.476.239

14.308.530.400

37,81

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa ada beberapa program yang serapan anggarannya kurang optimal antara lain :

I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Pada program ini serapan terendah ada di kegiatan penyediaan jasa perkantoran yaitu sebesar 30,24 % karena adanya kesalahan penempatan kode rekening pada sub kegiatan digitalisasi arsip sehingga sub kegiatan ini tidak dilaksanakan.

II. Program peningkatan sarana prasarana aparatur

Serapan terendah pada kegiatan Pemeliharaan Rutin/berkala Peralatan Kantor yaitu sebesar 43,86%. Kegiatan ini berupa servis komputer, laptop, UPS dan printer. Anggaran tidak terserap secara maksimal karena kondisi peralatan masih baik tidak memerlukan servis.

III. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Kegiatan ini tidak terserap sama sekali karena tidak ada undangan diklat yang memerlukan biaya sendiri. Diklat yang diikuti merupakan diklat yang diselenggarakan oleh Balitbang Diklat dimana seluruh biaya ditanggung oleh penyelenggara.

IV. Program peningkatan kesejahteraan petani

Pada program ini serapan terendah adalah di kegiatan HIPPA yaitu sebesar 43,93%. Pada kegiatan ini terdapat anggaran pembinaan lomba HIPPA tingkat provinsi. Karena tidak mendapat juara tingkat provinsi maka anggaran pembinaan tidak diserap.

V. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan.

Pada program ini serapan hanya 15%, kegiatan pembangunan/rehabilitasi jalan usaha tani tidak dilaksanakan karena kelompok tani penerima kegiatan tidak memenuhi syarat sebagaimana yang diamanatkan UU no. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

VI. Program pengembangan jaringan irigasi pertanian

Pada program ini serapan hanya 18% karena ada tiga kegiatan yang tidak terlaksana yaitu Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, Pengembangan jaringan irigasi tersier dan Irigasi air tanah karena kelompok tani penerima kegiatan tidak memenuhi syarat sebagaimana yang diamanatkan UU no. 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah

b. Bidang Perkebunan

No

Program/Kegiatan

Anggaran(Rp)

Realisasi

%

I

Program

Pemanfaatan Potensi Sumberdaya hutan

Kegiatan

207.750.000

162.915.000

78,42

1. Pengembangan Hasil Hutan Non-kayu

108.135.000

92.330.000

85,38

2. Pengkayaan Tanaman Hutan

56.140.000

39.225.000

69,87

3. Pengembangan Tanaman Hutan

24.175.000

23.725.000

98,14

4. Pelayanan Tata Usaha Hasil Hutan

6.800.000

6.175.000

90,81

5. Optimalisasi PNBP

12.500.000

1.460.000

11,68

II

Program

Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Kegiatan

2.936.021.563

2.435.526.750

82,95

1. Koordinasi Penyelenggaraan Reboisasi dan Penghijaun Hutan

498.445.000

376.248.700

75,48

2. Pembuatan Bibit/benih Tanaman Kehutanan

433.794.000

417.472.800

96,24

3. Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan

807.019.000

662.275.250

82,06

4. Penghijauan Lahan

1.196.763.563

979.530.000

81,85

III

Program

Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Hutan

Kegiatan

1. Penyuluhan Kesadaran ma-syarakat mengenai dampak perusakan hutan.

1.338.967.000

498.720.000

1.288.778.625

480.454.875

96,25

96,34

2. Pembuatan Bangunan Kon-servasi Tanah

840.247.000

808.323.750

96,20

IV

Program

Perencanaan & Pengembangan Hutan

257.336.275

66.345.500

25,78

Kegiatan

1. Penyusunan Rancangan Teknis

116.811.275

38.388.000

32,86

2. Monitoring, Evaluasi & Pela-poran

29.150.000

12.382.500

42,48

3. Pendataan statistik Perkebu-nan dan Kehutanan

111.375.000

15.575.000

13,98

V

Program

Peningkatan produksi Pertanian / Perkebunan

Kegiatan

1.384.288.700

1.308.274.700

94,51

1. Pengembangan Tanaman Perkebunan

956.288.700

912.550.200

95,43

2. Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian / perke-bunan

371.355.000

341.659.500

92,00

3. Fasilitasi Pengembangan Kawasan Agropolitan

56.645.000

54.065.000

95,45

VI

Program

Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

Kegiatan

886.802.237

861.197.100

97,11

1. Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/perkebunan Unggul Daerah

862.052.237

840.847.100

97,54

2. Penyuluhan Pemasaran Produksi Pertanian / Perkebunan Guna Menghindari Tengkulak dan Sistem Ijon

24.750.000

20.350.000

82,22

VII

Program

Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan Tepat Guna

Kegiatan

1.480.444.500

1.357.878.700

91,71

1. Penelitian & pengembangan Teknologi Pertanian/Perke-bunan Tepat Guna

357.922.500

344.102.700

96,14

2. Pengadaan Sarana & Prasarana Teknologi Pertanian/ Perkebunan

1.122.522.000

1.013.776.000

90,31

VIII

Program

Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan

Kegiatan

92.023.000

73.300.500

79,65

1. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh

92.023.000

73.300.500

79,65

IX

Program

Peningkatan Kesejahteraan Petani

Kegiatan

249.335.000

240.128.650

96,31

1. Pelatihan Petani & Pelaku Agribisnis

249.335.000

240.128.650

96,31

X

Program

Standarisasi Kualitas Bahan Baku

Kegiatan

1.443.371.000

642.056.000

44,48

1. Pembuatan Irigasi Tersier

659.071.000

567.361.000

86,08

2. Penetapan Grade Tembakau

92.975.000

74.695.000

80,34

3. Standarisasi Kualitas bahan baku Sarana Produksi Jalan Produksi

460.160.000

-

-

4. Standarisasi Kualitas bahan baku Melalui Pembangunan Jaringan Irigasi tersier

231.165.000

-

-

XI

Program

Peningkatan Kualitas Bahan Baku Tembakau

Kegiatan

326.388.500

275.900.000

84,53

1. Penguatan Kelembagaan Kelompok Petani Tembakau

326.388.500

275.900.000

84,53

XII

Program

Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kegiatan

1.081.039.500

890.268.676

82,35

1. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya air dan listrik

186.000.000

79.657.951

42,83

2. Penyediaan jasa peralatan & perlengkapan kantor

78.083.000

10.708.000

13,71

3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

96.540.000

93.940.000

97,31

4. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja

26.600.000

26.000.000

97,74

5. Penyediaan alat tulis kantor

16.869.500

16.605.500

98,44

6. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

44.679.500

44.179.625

98,88

7. Penyediaan makanan dan minuman

20.812.500

20.812.500

100

8. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

110.000.000

107.786.100

97,99

9. Penyediaan jasa perkantoran

473.055.000

472.294.000

99,84

10.Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah

28.400.000

18.285.000

64,38

XIII

Program

Peningkatan Sarana & Prasarana aparatur

Kegiatan

2.425.921.383

2.277.713.200

93,89

1. Pengadaan Mebeler

77.315.000

66.411.000

85,90

2. Pengadaan Kendaraan Dinas Operaional

597.135.000

545.940.000

91,43

3. Pemeliharaan rutin /berkala Kendaraan Dinas / operasional

194.682.000

168.582.600

86,59

4. Pengadaan peralatan kantor

594.160.063

559.182.000

94,11

5. Pembangunan Gedung Kantor

6. Pemeliharaan Rutin/berkala Gedung kantor

610.430.000

352.199.320

592.715.600

344.882.000

97,10

97,92

XIV

Program

Peningkatan Disiplin Aparatur

Kegiatan

3.950.000

3.950.000

100

1. Penilaian Angka Kredit

3.950.000

3.950.000

100

Jumlah Belanja Langsung

14.113.638.658

11.884.233.401

84,20

Dari 14 program dan 44 kegiatan yang terdapat pada Renja tahun 2015, telah terealisasi (dilaksanakan) seluruhnya. Anggaran belanja langsung yang tersedia pada tahun 2015 Rp 14.113.638.658,- terealisasi sebesar
Rp 11.884.233.401,- (84,20%). Pelaksanaan fisik telah mencapai 100%, adapun sisa anggaran dari bangunan fisik serta efisiensi anggaran.

Dinas Pertanian sebagai salah satu SKPD teknis secara tidak langsung memberikan pelayanan terhadap masyarakat melalui serangkaian program dan kegiatan yang ditujukan kepada masyarakat baik melalui dana APBD Kabupaten, Dana Alokasi Khusus, DBHCHT, APBD Provinsi maupun APBN.  Meskipun belum mempunyai Standart Pelayanan Masyarakat secara khusus, sebagai tolok ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan dapat dilihat pada pencapaian sasaran strategis beserta indikatornya. Dari tiga sasaran strategis yang telah dirumuskan yaitu (1) Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura ; (2) Meningkatnya produksi tanaman perkebunan ; (3) Meningkatnya usaha pertanian yang ramah lingkungan ; (4) Meningkatnya usaha pertanian yang berbasis agribisnis secara umum masing-masing sasaran beserta indikator kinerjanya telah memenuhi target yang telah ditentukan.

2.2. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Dinas Pertanian sebagai salah satu SKPD teknis yang ada di daerah mempunyai keterkaitan dalam hal tugas pokok dan fungsi dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia.  Ada keterkaitan yang cukup mendasar pada program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Dalam menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya isu-isu penting akan timbul di lapang yang harus disikapi oleh  Dinas Pertanian.

Beberapa isu penting yang dihadapi dalam dalam hal pencapaian sasaran urusan pertanian adalah sebagai berikut :

1. Penurunan minat petani untuk menanam komoditas kedelai dan beralih ke komoditas yang lain (alih pola tanam) berpengaruh terhadap luas tanam kedelai sehingga berdampak secara langsung terhadap penurunan produksi kedelai

2. Alih fungsi lahan yang menyebabkan lahan pertanian menjadi berkurang sehingga diperlukan regulasi yang menjamin ketersediaan lahan pertanian dalam rangka mewujudkan ketersediaan pangan

3. Pengaruh global warming yang menyebabkan ketidakpastian iklim (anomali iklim) sehingga kurang menguntungkan bagi perkembangan tanaman pangan dan hortikultura

4. Jaringan irigasi tersier yang belum berfungsi secara optimal

5. Penggunaan agensia hayati dan pupuk organik kurang optimal

6. Kegiatan yang bersifat hibah/bansos baik berupa barang, jaringan irigasi, jalan usaha tani yang bersumber dari APBD Kab dan DAK tidak bisa mencapai target karena adanya Undang Undang nomor 23 tahun 2014  tentang pemerintah daerah pasal 298 ayat (5) huruf d  yang menegaskan bahwa belanja hibah dapat diberikan kepada badan, lembaga, organisasi dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia.

7. Untuk mendukung terwujudnya swasembada gula nasional tahun 2014, maka perlu berbagai upaya peningkatan produksi tanaman tebu melalui program bongkar ratoon penataan varietas tanaman tebu

Dari beberapa isu strategis di atas bisa menjadi tantangan sekaligus peluang dalam meningkatkan pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan terhadap masyarakat. Apabila masing-masing isu strategis berlanjut tanpa penanganan yang tepat aka